Orang Jepang mempunyai budaya dan nilai-nilai unik yang mereka anut. Begitupun dalam menjalankan etika bisnis.
BACA JUGA: Memahami Berbagai Jenis dan Tahapan dalam Proses Bisnis
Memahami dasar-dasar cara berbisnis ala orang Jepang bisa menjadi bekal sangat berharga untuk kita yang ingin mengembangkan bisnis secara profesional dan berkelanjutan. Apa saja rahasia bisnis ala orang Jepang tersebut?
7 Dasar Berbisnis Ala Orang Jepang
Budaya dan nilai unik yang dianut oleh orang Jepang dalam menjalankan bisnis menjadi pondasi yang membantu banyak perusahaan Jepang untuk berkembang.
Tidak hanya itu, pebisnis Jepang juga dapat bertahan dalam jangka panjang dan dipercaya oleh pelanggan seluruh dunia. Berikut penjelasan mengenai dasar-dasar berbisnis orang Jepang yang bisa kita coba terapkan.
1. Shippai wa Seiko no Moto
Artinya kalimat tersebut “kegagalan merupakan akar dari keberhasilan”. Artinya di balik tiap kesalahan kecil bisa menjadi peluang untuk sesuatu yang otentik dan baru. Siapa sangka bahwa penulisan merek UNIQLO awalnya adalah typo.
Namun pendirinya tidak memperbaiki typo tersebut dan kini UNIQLO sudah dikenal di banyak negara. Inilah yang menjadi pelajaran.
Sebagai pebisnis kita harus responsif pada situasi, punya kemauan berkembang, dan terbuka pada banyak pembelajaran. Konsumen sendiri cenderung lebih terhubung dengan merek yang mempunyai cerita manusiawi dan autentik.
2. Meningkatkan Solidaritas Internal Perusahaan
Kekuatan internal perusahaan menjadi kunci yang kuat. Orang Jepang menyatakan secara jelas terkait visi, misi, hingga tujuan dari perusahaan. Para karyawan juga memiliki batasan yang jelas terkait tupoksi pekerjaan.
Direksi mempunyai kesadaran terkait pentingnya pengembangan dan kesejahteraan karyawan.
Dengan begitu, pada gilirannya struktur organisasi dari perusahaan akan menjadi lebih solid. Saat internal sudah kuat, karyawan menjadi lebih inovatif dan kreatif.
BACA JUGA: Cara Membangun Solidaritas dalam Bekerja agar Tim Lebih Kompak dan Produktif
3. Memahami Keseluruhan Proses Bisnis

Pemahaman mulai dari bahan baku, produksi, hingga pelayanan pelanggan penting dalam menjalankan bisnis. Tindakan ini sejalan dengan semangat kerja Jepang yaitu Genba atau turun langsung ke lapangan.
Pada kenyataannya pemilik bisnis maupun manajer di Jepang tidak hanya memimpin tetapi juga memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Dengan demikian, keputusan diambil berdasarkan pemahaman yang konkret. Bukan sekadar asumsi belaka.
4. Perhitungan Matang untuk Bisnis
Setiap langkah untuk menjalankan bisnis harus dihitung dan diperhatikan secara cermat. Pebisnis sangat tidak disarankan untuk mengambil keputusan secara terburu-buru.
BACA JUGA: Ingin Berbisnis? Ini Cara Membuat Business Plan yang Tepat
Semua perlu dilakukan secara tepat dan terstruktur. Kemudian sebagai direksi juga wajib menerima berbagai saran dari bagian-bagian pekerjaan. Di Jepang sendiri perdebatan terkait usulan keputusan pada semua lapisan menjadi hal yang wajar.
5. Semangat Melayani
Filosofi pelayanan ini dikenal juga sebagai omotenashi. Fokusnya pada memberikan pengalaman sebaik mungkin untuk orang lain.
Prinsip omotenashi dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan. Misalnya dalam interaksi sehari-hari sampai di dunia bisnis. Orang Jepang selalu mengupayakan untuk memberikan layanan yang sopan, penuh perhatian, dan tulus.
6. Keberanian dalam Inovasi
Biasanya inovasi dilakukan oleh suatu merek saat krisis datang. Tapi tidak untuk bisnis Jepang. Inovasi ini dilakukan bahkan saat suatu brand sedang dalam popularitas.
Keberanian ini dikenal sebagai Kaizen atau perbaikan terus-menerus. Jadi kita tidak menunggu terjadinya kegagalan, melainkan mencari cara untuk terus berkembang walaupun brand kita baik-baik saja.
BACA JUGA: Begini 7 Tips Meningkatkan Inovasi Bisnis agar Berkembang Pesat
Dengan pola pikir ini, bisnis bisa terus berkembang, tetap relevan di tengah persaingan, dan lebih siap saat harus menghadapi perubahan di masa depan.
7. Membentuk Perusahaan Seperti Suatu Komunitas
Tidak sedikit perusahaan Jepang yang memberikan karyawannya berbagai keistimewaan. Misalnya direksi memberikan banyak peluang pada karyawan untuk promosi jabatan, kenaikan upah tiap tahun, hingga pelatihan.
Karyawan dianggap sebagai seorang mitra kerja yang harus dihargai. Inilah mengapa karyawan Jepang cenderung loyal dalam satu perusahaan. Mereka tidak resign karena betah dengan perlakuan perusahaan yang menyediakan kebutuhan karyawan.
Kesimpulan
Setiap negara memiliki prinsipnya masing-masing dalam berbisnis. Termasuk Jepang. Prinsip-prinsip yang mereka pegang memberikan keberhasilan dalam jalannya bisnis bahkan hingga merambah ke dunia internasional.
Ingin menerapkan prinsip yang sama dengan orang Jepang? Yuk kita mengikuti training dari PasarTrainer “Basic Japanese Business Manner”.
Training ini bertujuan untuk memperkenalkan etiket berbisnis dengan cara yang sederhana tetapi komprehensif. Sehingga kita bisa meminimalisir rasa canggung saat berada di lingkungan bisnis Jepang.
Setelah mengikuti training komunikasi satu ini, kita bisa melakukan pertukaran kartu nama dengan rekan kerja Jepang secara tepat dan memperkenalan diri secara singkat, memahami diagram tempat duduk atau berdiri berdasarkan hierarki, ketepatan waktu.
BACA JUGA: 6 Manfaat Training Komunikasi dalam Meningkatkan Kinerja Tim
Kemudian memahami mentalitas Jepang dalam bekerja tim dan individu, serta memahami HO-REN-SO atau cara mengomunikasikan suatu subjek tertentu kepada kolega dan atasan. Selain berbisnis ala orang Jepang, PasarTrainer juga menyediakan berbagai training komunikasi lain yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan.
Misalnya Effective Leadership Communication, Storytelling for Impactful Communication, Presentation Skill, dan lain sebagainya. Kita bisa cek keseluruhan training-training tentang komunikasi tersebut pada halaman di sini.
Referensi:
banksaqu.co.id - strategi bisnis dari brand global jepangwww.ocbc.id - prinsip hidup orang jepang
www.cnbcindonesia.com - 3 rahasia jepang agar bisnis tak bangkrut awet ribuan tahun

