Saat ingin memulai bisnis, salah satu langkah yang harus diambil paling awal adalah membuat business plan atau perencanaan bisnis. 

Dokumen tersebut berperan sebagai panduan yang akan membantu kita menentukan tujuan usaha, strategi yang akan dijalankan, hingga cara mengelola sumber daya. 

Baca Juga: 6 Bentuk Kerjasama dalam Bisnis dan Perannya

Dengan business plan yang matang, peluang bisnis untuk berkemban dan bertahan dalam persaingan akan menjadi lebih besar. Lalu bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk membuat business plan?


Cara Membuat Business Plan 

Pembuatan business plan tidak bisa dilakukan secara sembarangan, perlu patokan dan strategi yang tepat. Apa saja? Mari kita baca bersama.

1. Melakukan Banyak Riset 

Sebelum membuat business plan kita harus melakukan banyak riset. Mulai dari bertanya kepada diri sendiri soal unique selling point produk yang akan kita jual. 

Kemudian bertanya kepada pelanggan, siapakah target pasar kita, dan kapan waktu terbaik untuk mengenalkan produk. Kita bisa menggunakan pertanyaan 5W1H untuk mempermudah riset tersebut. 

Setelah itu, kita perlu membuat analisa pasar. Tujuannya agar mengetahui persaingan bisnis produk kita. Dengan demikian kita bisa membuat strategi dan kebijakan yang tepat.

2. Membuat Ringkasan Eksekutif 

Pada bagian ini kita perlu memberikan gambaran secara ringkas terkait bisnis yang akan dijalankan. Misalnya visi, misi, tujuan usaha, sampai proyeks kesuksesan. 

Ringkasan eksekutif sangatlah penting karena menjadi bagian pertama yang akan dibaca oleh investor atau calon mitra. Sehingga kita harus membuatnya secara menarik, ringkas, tetapi padat informasi. 

3. Membuat Company Profile 

Langkah selanjutnya membuat company profile. Informasi di dalam company profile terdiri dari nama perusahaan, nama direksi atau komisaris, alamat kantor, sejarah perusahaan terbentuk, bidang industri, hingga produk yang kita tawarkan. 

Dengan company profile, maka perusahaan kita mempunyai nilai kredibilitas yang baik. 

4. Melakukan Analisis Terhadap Produk atau Jasa 

Untuk bagian analisis ini, kita perlu menuliskan secara detail barang maupun jasa yang akan dijual, perbedaannya dengan kompetitor, keunggulan produk, dan alasan mengapa pelanggan harus memilih jasa atau produk kita. 

5. Struktur Organisasi dalam Perusahaan 

Tidak lupa untuk menjabarkan struktur organisasi perusahaan, tanggung jawab tiap anggota tim dan peran mereka, serta latar belakang manajemen yang menjalankan bisnis kita. 

6. Membuat Marketing Plan 

Selanjutnya membuat marketing plan. Dengan perencanaan tersebut kita mempunyai rencana yang solid. Dalam marketing plan ini kita bisa menuliskan latar belakang proyek, pernyataan masalah, tujuan objektif, dan target konsumen. 

Jangan lupa menjelaskan kanal pemasaran, timeline, dan strategi komunikasi yang digunakan pada konsumen. 

7. Analisis Keuangan dan Perencanaannya 

Penyusunan proyeksi keuangan harus dilakukan secara akurat. Baik itu arus kas, laba rugi, dan neraca. Bagian ini sangat penting untuk memprediksi kelayakan bisnis dan menentukan kebutuhan terhadap modal. 

8. Business Development Plan 

Dalam business development plan kita akan menjabarkan langkah-langkah pengembangan bisnis di masa depan, strategi ekspansi, dan target pertumbuhan. 

9. Menganalisis Sumber Daya Manusia 

Tiap perusahaan membutuhkan tenaga untuk beroperasi. Ada berbagai divisi yang dibutuhkan dan tiap divisi membutuhkan orang dengan kemampuan yang berbeda-berbeda. 

Maka dari itu kita harus menjelaskan SDM dengan ragam kemampuannya agar dapat mengetahui sistem operasional perusahaan. 

10. Lampiran pada Business Plan 

Terakhir, kita harus menjelaskan legalitas perusahaan, melampirkan sertifikat yang diperlukan, dan dokumen pendukung lainnya. Dengan semua dokumen tersebut maka semakin meyakinkan bahwa business plan kita berkualitas.


Alasan Pentingnya Membuat Business Plan

Sumber: Magnific

Banyak orang mempunyai ide bisnis yang menarik, tetapi tidak semuanya berhasil berkembang menjadi usaha yang sukses. Salah satu alasannya karena business plan yang tidak tepat. Selain itu ada beberapa alasan lain business plan harus dibuat:

  1. Untuk mengarahkan tujuan bisnis agar menjadi jelas dan lebih terarah karena ada roadmap pasti. 
  2. Menggunakannya sebagai dokumen proposal untuk menarik pemodal atau investor karena rencana bisnis yang solid mampu menumbuhkan kepercayaan
  3. Membantu kita lebih fokus menjalankan bisnis karena target-target disampaikan secara jelas sehingga pekerjaan menjadi lebih terorganisir hingga mampu mengevaluasi pencapaian.
  4. Saat menyusun business plan artinya kita mengkaji berbagai potensi risiko dan kendala hingga mencari solusi sehingga bisa mengantisipasinya
  5. Lebih mudah dalam proses membandingkan antara perencanaan dengan pencapaian di lapangan.
  6. Di dalam business plan terdapat target jangka menengah hingga panjang untuk ekspansi usaha. Dokumen yang matang akan membuka peluang pengembangan bisnis pada level berikutnya. 
  7. Meningkatkan nilai bisnis di mata calon pegawai, mitra, dan stakeholder lainnya.

Agar kita bisa membuat business plan dengan rapi dan tepat, kita bisa mengikuti pelatihan yang diadakan oleh vendor training, PasarTrainer. Salah satu pelatihan yang ditawarkan adalah Develop and Implement a Business Plan

Dalam pelatihan tersebut vendor training PasarTrainer kita akan belajar cara mengembangkan dan menerapkan rencana bisnis untuk memulai perjalanan kewirausahaan. Pelatihan dilaksanakan secara online dengan durasi 8 jam x 1 hari. 

Baca Juga: Alasan Pentingnya Ikut Training Kewirausahaan, Sudah Tahu?

Selain untuk pelatihan individu, PasarTrainer juga menyediakan berbagai program untuk perusahaan. Program tersebut berada dalam naungan Corporate Solutions. 

Kita bisa menyesuaikan program berdasarkan masalah yang ingin kita selesaikan. Klik Corporate Solutions untuk mendapatkan informasi tambahan.


Referensi:

www.ocbc.id - cara membuat business plan


accurate.id - business plan adalah


binus.ac.id - pentingnya membuat bisnis plan untuk memulai suatu bisnis