Dalam dunia bisnis terdapat dua istilah yang sering membuat bingung awam, yaitu stakeholder dan shareholder. Ini karena penulisan dan pengucapannya hampir mirip sehingga membuat orang bingung.
Sebelum kita masuk ke dunia bisnis, ada baiknya memahami shareholder dan stakeholder. Tidak perlu bingung sendirian, dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai shareholder dan stakeholder sekaligus perbedaannya.
Definisi Stakeholder
Stakeholder merupakan seorang pemangku kepentingan. Apa itu? Yakni seseorang yang bisa memberikan pengaruh maupun dipengaruhi proyek yang sedang kita kerjakan. Sebagai pemangku kepentingan, maka kita berbicara hal lebih luas.
Bukan hanya sekadar anggota tim yang sedang mengerjakan proyek tersebut. Kepentingan stakeholder tidak selalu berkaitan dengan kepemilikan saham.
Kita bisa memiliki berbagai kepentingan lain yang berhubungan dengan akvitias, kebijakan, maupun perkembangan perusahaan.
Di sisi lain, stakeholder juga bisa memberikan pengaruh terhadap perusahaan sekaligus merasakan dampak dari keputusan yang dibuat oleh perusahaan.
Karena itu, bentuk hubungan antara perusahaan dan stakeholder bisa berbeda-beda. Seorang pemegang saham termasuk stakeholder, tetapi seseorang tidak harus memiliki saham untuk bisa disebut sebagai stakeholder.
Definisi Shareholder
Nah, jika stakeholder adalah pemangku kepentingan, maka shareholder adalah para pemegang saham.
Jika kita seorang shareholder, maka kita memiliki saham dalam sebuah perusahaan. Saat kita membeli saham, artinya kita memiliki sebagian kecil dari perusahaan tersebut dan secara resmi menjadi pemegang saham.
Sebagai pemegang saham, kita tentu berharap investasinya memberikan keuntungan. Karena itulah, kinerja perusahaan menjadi salah satu yang harus kita perhatikan.
Jika perusahaan berkembang dan harga saham meningkat, kita sebagai pemegang saham bisa menjual saham untuk mendapatkan keuntungan.
Selain mendapatkan potensi keuangan, pemegang saham juga mempunyai hak tertentu, tergantung pada jenis saham yang kita miliki.
Hak tersebut bisa berupa menerima dividen dan memberikan suara dalam keputusan perusahaan, termasuk merger, akuisisi, atau pemilihan dewan direksi.
Perbedaan Stakeholder dan Shareholder
Setelah kita memahami masing-masing definisi dari stakeholder dan shareholder, maka selanjutnya mari mengulik perbedaan secara mendalam. Berikut beberapa perbedaannya:
Status Terkait Kepemilikan
Mari kita mulai dengan memahami perbedaan status kepemilikannya. Kita sebagai shareholder merupakan pihak yang memiliki saham di suatu perusahaan.
Besarnya kepemilikan biasanya mengikuti jumlah atau persentase saham yang kita miliki. Misalnya, kita mempunyai 50 persen saham, berarti memiliki bagian kepemilikan sebesar 50 persen dalam perusahaan tersebut.
Sedangkan, stakeholder belum tentu memiliki saham. Kita sebagai stakeholder memiliki kepentingan terhadap perusahaan karena terlibat dalam kegiatan bisnis atau terkena dampak dari keputusan perusahaan.
Sebagai contoh adalah karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah, dan masyarakat sekitar.
Jangka Waktu Terkait Kepentingan
Hubungan stakeholder dengan perusahaan secara umum bisa berlangsung dalam jangka panjang.
Misalnya karyawan, tergantung pada perusahaan untuk pekerjaan dan mendapatkan penghasilan. Begitu juga pemasok yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan atau masyarakat yang merasakan dampak dari kegiatan perusahaan.
Berbeda dengan shareholder yang bisa menjual sahamnya kapan saja sesuai dengan kondisi dan keputusan investasi kita.
Apabila perusahaan dinilai tidak lagi memberikan hasil sesuai dengan harapan kita, maka kita sebagai pemegang saham bisa memilih untuk melepaskan kepemilikan.
Perbedaan dalam Fokus Kepentingannya
Selanjutnya berkaitan dengan fokus kepentingan. Secara umum, shareholder berfokus pada keuntungan dari investasi yang kita miliki.
Kita akan memperhatikan hal-hal seperti perkembangan perusahaan, nilai saham, keuntungan, dan potensi return. Sedangkan sebagai stakeholder, fokusnya lebih beragam.
Karyawan bisa memperhatikan gaji, tunjangan, keamanan kerja, dan kondisi lingkungan kerja.
Kemudian, ada pelanggan yang berkepentingan terhadap kualitas produk atau layanan. Sedangkan masyarakat dapat memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan perusahaan.
Hak Suara dan Pengaruhnya
Perbedaan selanjutnya berkaitan dengan hak suara dan pengaruh. Seorang pemegang saham tertentu mempunyai hak suara dalam keputusan perusahaan.
Besarnya pengaruh tersebut berkaitan dengan jumlah saham yang kita miliki dan ketentuan yang berlaku pada perusahaan.
Sementara itu, sebagai stakeholder, kita juga bisa memberikan pengaruh kepada perusahaan walaupun tidak mempunyai saham.
Pengaruh tersebut bisa muncul melalui hubungan kerja, kebutuhan pelanggan, kerja sama dengan pemasok, opini masyarakat, maupun aturan dari pemerintah.
Kedudukan Keduanya dalam Perusahaan
Shareholder termasuk bagian dari stakeholder karena memiliki kepentingan langsung terhadap perusahaan melalui kepemilikan saham.
Namun, tidak semua stakeholder merupakan shareholder. Seorang karyawan, pelanggan, atau pemasok dapat menjadi stakeholder tanpa memiliki saham perusahaan.
Itulah definisi dan perbedaan dari stakeholder dan shareholder. Dengan memahaminya, kita akan lebih terbiasa saat sudah masuk ke dunia bisnis.
Keduanya sangat penting untuk diperhatikan. Selain memahami stakeholder dan shareholder, sebagai calon pebisnis, kita juga perlu meningkatkan pengetahuan terkait berbagai aspek bisnis.
Pengetahuan tersebut bisa kita dapatkan melalui pelatihan bisnis yang diselenggarakan oleh PasarTrainer. Ada banyak jenis materi yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan.
BACA JUGA: Alasan Pentingnya Ikut Training Kewirausahaan, Sudah Tahu?
Beberapa di antaranya ada Business Model Canvas for Competitive Advantage, Business Model Canvas for Aviation Training Institution, IntroBiz: Introduction to Business, dan masih banyak lagi.
Kita bisa menemukan semua pilihan pelatihan bisnis tersebut dalam halaman All Entrepreneurship Training.
Referensi:
https://asana.com/id/resources/stakeholder-vs-shareholderhttps://majoo.id/solusi/detail/perbedaan-shareholder-dan-stakeholder
https://glints.com/id/lowongan/perbedaan-stakeholder-shareholder/

