Saat bekerja sebagai seorang marketing akan ada berbagai istilah yang menunjang kelancaran kerja tim tersebut. Salah satunya adalah content strategy. Strategi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam melaksanakan digital marketing.
Oleh karena itu, jika kita ingin terjun ke dunia pemasaran, maka lebih baik memahaminya agar pekerjaan kita lebih mudah untuk dilakukan. Memahami di sini tidak hanya soal definisi tetapi juga terkait cara pembuatannya yang optimal. Yuk kita baca bersama-sama.
Definisi Content Strategy
Jadi content strategy atau strategi konten merupakan suatu proses untuk melakukan perencanaan, pembuatan, hingga distribusi konten agar mencapai tujuan marketing.
Proses perancangan tersebut membutuhkan pemahaman diri terkait target audiens, pemilihan format konten, pengembangan pesan, hingga pengukuran performa konten.
Adanya content strategy akan membantu kita untuk memberikan pengaruh pada persepsi dan perilaku audiens serta mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang kita inginkan.
Mengapa Content Strategy Penting Dibuat?

Content strategy membantu menentukan arah pembuatan konten agar setiap aktivitas yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas. Berikut beberapa poin alasan pentingnya content strategy:
Membuat Konten Lebih Relevan dengan Audiens
Content strategy dapat digunakan oleh para digital marketer seperti KOL Specialist untuk memahami minat, kebutuhan, dan karakteristik audiens.
Masukan dari pelanggan, prospek, rekan kerja, maupun pihak lain dapat digunakan untuk menyempurnakan strategi sehingga konten yang dihasilkan lebih sesuai dengan target.
Mengoptimalkan Alur Kerja
Strategi yang terstruktur akan membantu tim untuk mengatur proses pembuatan dan distribusi konten dengan lebih efisien.
Setiap aktivitas dapat disesuaikan dengan prioritas sehingga waktu, tenaga, dan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal.
Memudahkan Pengukuran Efektivitas Konten
Dengan tujuan dan indikator yang telah ditentukan sejak awal, digital marketer akan lebih mudah dalam melakukan evaluasi performa konten.
Hasil evaluasi tersebut kemudian bisa menjadi dasar untuk menyesuaikan pendekatan atau taktik pemasaran berikutnya.
Membuka Peluang untuk Mengembangkan Aktivitas Pemasaran
Perencanaan konten dapat membantu meningkatkan traffic sekaligus membuka kesempatan untuk mencoba berbagai taktik pemasaran lainnya.
Misalnya, melalui konten bersponsor, iklan di media sosial, maupun distribusi konten ke berbagai kanal.
Strategi yang tepat juga dapat membantu konten mendukung peningkatan brand awareness di kalangan calon konsumen yang sesuai dengan target bisnis.
Cara Membuat Content Strategy yang Tepat
Untuk membuat content strategy yang tepat kita bisa mengikuti beberapa tips berikut:
Menentukan Tujuan
Sebelum kita membuat content strategy. langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan, target marketing, sampai kebutuhan dari bisnis.
Contoh tujuan ada menumbuhkan brand awareness, mengubah persepsi pelanggan, menarik pelanggan, meningkatkan jumlah followers, atau meningkatkan loyalitas customer.
Karena tujuan pemasaran bisa berubah sewaktu-waktu, maka pastikan setiap tujuan bisa tercapai dengan baik menggunakan content strategy yang tepat.
Memahami Target Audience
Agar sukses, kita harus memahami target audience. Termasuk karakter mereka. Tanpa informasi mengenai audiens, maka strategi yang kita buat bisa meleset dan akhirnya berjalan tidak efektif.
Kita bisa mengumpulkan informasi berupa pekerjaan, pendidikan, penghasilan, sampai persebaran geografi. Selain itu kita juga perlu memahami apa yang mereka sukai dan ada tidaknya potensi dari produk kita yang akan menarik perhatian mereka.
Melakukan Riset Pesaing
Selain melakukan riset audiens, kita juga perlu melakukan analisis kompetitor. Cari tahu apa saja yang sedang dikembangkan atau dilakukan oleh kompetitor.
Dari informasi tersebut kita bisa mengembangkannya menjadi konten yang lebih fresh dan berbeda.
Kita ambil celahnya ya, bukan untuk diplagiat. Masukkan hal-hal yang belum dimasukkan oleh pesaing kepada konten kita.
Merencanakan Metrik Keberhasilan
Untuk mengukur keberhasilan, kita perlu menerapkan metrik. Nah, metrik tersebut menjadi acuan yang bisa menunjukkan apakah konten yang sudah baik memenuhi target dan masuk kategori berhasil?
Biasanya metrik yang digunakan adalah views, pertumbuhan traffic, dan engagement lainnya. Apabila semua sudah tercapai, maka bisa dikatakan content marketing kita berhasil.
Membuat Konten yang Berkualitas
Ketika kita membuat konten yang konsisten dan berkualitas, maka kepercayaan audiens juga meningkat kepada brand kita.
Sebagai variasi, kita bisa membuat berbagai jenis konten seperti audio, video, tulisan, dan sekreatif mungkin asalkan masih sejalan dengan tujuan serta citra brand.
Saat kita sudah mengetahui target audiens, maka akan lebih mudah untuk mencari ide konten. Sebaiknya kita buat konten yang informatif, bisa memberikan solusi dari masalah, atau bahkan menghibur sebagai selingan.
Melakukan Evaluasi Konten yang Sudah Diposting
Setelah konten sudah diposting maka saatnya melakukan evaluasi. Dengan evaluasi kita akan memahami mana konten yang mendapatkan traffic tertinggi dan konten mana yang perlu diperbaiki.
Evaluasi ini akan membantu kita mengembangkan konten yang sudah ada sebelumnya.
Dari semua penjabaran diatas kita semakin memahami bahwa adanya content strategy akan memudahkan kita untuk membuat konten marketing. Untuk itu mempelajarinya menjadi hal penting.
BACA JUGA: Seberapa Bermanfaat Training Digital Marketing untuk Jualan?
Jika ingin menambah skill terkait content strategy, PasarTrainer memiliki pelatihan content creator berjudul “Copywriting & Content Strategy for Boosting Social Media Sales”. Selain itu, PasarTrainer juga memiliki pelatihan content creator lainnya yang bisa kita temukan dalam halaman All Digital Marketing Training.
Referensi:
https://cmlabs.co/id/blog/content-strategyhttps://glints.com/id/lowongan/content-strategy-adalah/
https://kol.id/kamus/content-strategy
https://www.exabytes.co.id/blog/cara-membuat-strategi-content-marketing/

