Engagement sosial media menjadi salah satu indikator yang perlu dipahami oleh social media specialist.
Mengapa? Karena engagement sosial media dapat membantu kita memahami tingkat keterlibatan dan interaksi audiens dengan konten yang sudah kita upload ke platform.
BACA JUGA: Strategi Digital Marketing untuk Bisnis Online & Offline
Keterlibatan audiens sendiri bisa berupa komentar, like, share, save, dan repost. Dengan begitu efektivitas kinerja konten pun dapat diketahui. Berikut penjelasan terkait berbagai engagement sosial media.
Bermacam-macam Engagement Sosial Media

Sebagai alat ukur untuk penilaian akun sosial media, engagement memiliki beberapa elemen. Apa saja?
1. Suka atau Likes
Engagement sosial media satu ini mudah kita lihat di setiap postingan.
Adanya like menunjukkan bahwa audiens memberikan apresiasi pada konten yang sudah kita upload dengan mengklik “suka”. Indikator ini penting untuk menilai apakah suatu konten mendapatkan popularitas atau tidak.
BACA JUGA: Ingin Konten Video Viral? Ini Cara Penulisan Script yang Menarik
Semakin banyak like maka konten yang kita bagikan semakin populer. Dengan menekan tombol like, audiens menunjukkan ketertarikan awal tetapi tidak selalu menandakan niat membeli.
2. Komentar atau Comment
Bagian komentar pada konten yang sudah kita upload juga sangat penting untuk melihat seberapa besar ketertarikan audiens.
Komentar menunjukkan bahwa meluangkan waktu untuk memberikan pertanyaan, pendapat, atau pengalaman terkait konten.
Engagement ini lebih tinggi dibandingkan likes, mendorong interaksi dua arah, dan membantu meningkatkan visibilitas konten di beberapa platform.
3. Share atau Bagi
Engagement sosial media selanjutnya ada share atau bagi. Pada engagement ini menunjukkan bahwa konten kita menjangkau lebih banyak orang, memiliki value lebih dan bermanfaat karena layak untuk dibagikan.
Saat konten kita banyak dibagikan maka bisa meningkatkan brand awareness, target market meluas, dan bisnis kita bisa dikenal oleh banyak orang.
4. Save atau Simpan
Fitur ini memungkikan pengguna menyimpan konten agar bisa diakses kembali di lain waktu. Engagement ini menunjukkan bahwa konten mempunyai nilai jangka panjang dan dianggap cukup penting untuk dijadikan referensi.
Di Instagram, jumlah save sering menjadi salah satu sinyal positif bagi algoritma karena menandakan konten tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi audiens.
5. Klik Link
Tindakan ini terjadi saat pengguna mengunjungi website, landing page, toko online atau halaman lain melalui tautan yang disediakan dalam konten atau iklan.
Jenis engagement ini sering digunakan untuk mengukur keberhasilan kampanye yang bertujuan untuk mendatangkan traffic.
Semakin tinggi jumlah klik yang berkualitas, semakin besar peluang pengguna melakukan tindakan lanjutan, seperti membaca konten, mengisi formulir, atau melakukan pembelian.
Contohnya dengan klik tautan di bio Instagram, klik tombol “Pelajari Selengkapnya”, hingga klik tautan menuju halaman produk.
6. Follow atau Mengikuti
Saat audiens mengikuti akun sosial media kita, maka itu menunjukkan bahwa mereka tertarik dengan akun dan ingin terus mendapatkan informasi atau konten terbaru.
Dibandingkan like, follow merupakan salah satu bentuk engagement yang kuat. Semakin banyak pengikut yang aktif berinteraksi, semakin besar peluang membangun komunitas yang loyal.
7. Mention atau Tag
Engagement ini akan kita dapatkan saat pengguna menyebut akun kita dalam suatu postingan maupun komentar.
Mention atau tag bisa membantu memperluas jangkauan konten karena memperkenalkan postingan kepada pengguna lain yang sebelumnya belum mengenal akun kita.
Banyak brand memanfaatkan mention dalam kampanye giveaway atau program referral untuk meningkatkan eksposur secara organik.
8. Direct Message (DM)
DM merupakan bentuk engagement yang lebih personal karena pengguna berinteraksi langsung dengan pemilik akun.
Dalam dunia digital marketing, DM sering dianggap sebagai indikator bahwa pengguna memiliki minat yang tinggi terhadap produk atau layanan.
Banyak bisnis menggunakan DM untuk memberikan konsultasi, menjawab pertanyaan pelanggan, mengirim katalog, hingga menyelesaikan proses penjualan.
9. Views
Untuk konten video atau tulisan di Thread dan Twitter, jumlah tayangan juga ditampilkan dan penting.
Selain itu, watch time pada konten video menjadi salah satu engagement yang menunjukkan bahwa konten kita berhasil mendapatkan perhatian dari audiens. Apalagi jika video tersebut ditonton hingga selesai atau bahkan diputar ulang.
BACA JUGA: Jabatan di Digital Marketing dan Tugasnya, Profesi Menjanjikan Masa Kini!
Kesimpulan
Engagement memberikan kita gambaran terhadap performa konten yang sudah di-upload sebagai kampanye digital marketing. Semua jenis engagement sangat penting untuk sosial media walaupun memiliki level yang berbeda-beda.
Pencapaian engagement sosial media tersebut tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu diskusi tim yang matang. Oleh karena itu setiap tim digital marketing diharuskan memiliki wawasan pada bidang yang berkaitan.
Walaupun sudah berwawasan, karena sosial media terus mengalami perkembangan, kita juga harus selalu update pengetahuan. Maka dari itu kita bisa mengikuti pelatihan untuk tim yang dimiliki PasarTrainer.
Ada banyak pelatihan digital marketing yang tersedia. Beberapa pelatihan untuk tim tersebut antara lain Compelling Social Media Copy: Tips for Effective Content Creation, Script Writing and Video Editing using Capcut.
BACA JUGA: Seberapa Bermanfaat Training Digital Marketing untuk Jualan?
Kemudian ada Rahasia Copy Writing Sehingga Buat Jualan Laris, dan lain sebagainya. Selain itu kita bisa cek semua pelatihan digital marketing pada halaman All Digital Marketing Training.
Semua pelatihan tersebut sebagai penunjang meningkatkan engagement sosial media.
Referensi:
www.kitalulus.com - engagement adalahcodingstudio.id - social media engagement adalah
redcomm.co.id - engagement adalah

