Sebagai seorang digital marketer kita harus menguasai berbagai tools. Salah satunya Google Ads yaitu platform yang digunakan untuk iklan berbayar secara online. Platform ini dikembangkan oleh Google dan terhubung dengan berbagai layanan Google lainnya.

Misalnya Youtube dan Gmail. Sistem dari Google Ads sendiri adalah pengguna membayar jika terdapat audiens yang melakukan klik pada iklan.

BACA JUGA: Strategi Digital Marketing untuk Bisnis Online & Offline

Terdapat tiga jenis matriks biaya iklan digital dari Google Ads ini yaitu Cost Per Mille (CPM), Cost Per Click (CPC), dan Cost Per Acquisition (CPA). Apa yang membedakan ketiga matriks tersebut? Mari kita cari tahu bersama-sama.

BACA JUGA: Apa Perbedaan Digital Marketing & Marketing?


Cost Per Mille (CPM) pada Google Ads 

Matriks pertama ada CPM atau Cost Per Mille yaitu biaya iklan per seribu tayangan. Biasanya CPM digunakan pada iklan kampanye brand awareness dan display dengan objektif meningkatkan visibilitas produk atau brand. 

Dengan CPM, kita akan membayar iklan berdasarkan jumlah tayangan iklan, bukan berdasarkan jumlah klik atau tindakan pengguna. Untuk penghitungannya, kita bisa menggunakan rumus sebagai berikut:

CPM = Total Biaya Kampanye/Jumlah Tayangan Iklan X 1000

Misalnya kita menghabiskan Rp1.000.000 untuk suatu kampanye yang mendapatkan 250.000 tayangan, maka penghitungannya sebagai berikut:

CPM = Rp1.000.000/250.000 x 1000 = Rp4.000

Jadi, CPM kita adalah Rp4.000 artinya kita membayar sebesar Rp4.000 untuk setiap seribu tayangan dari iklan. 

Kehadiran CPM ini penting karena membantu kita dalam memperkirakan biaya suatu kampanye iklan berdasarkan tayangan yang kita terima. 

Cost Per Click (CPC) pada Google Ads 

Image Source: Pexels

Kedua ada Cost Per Click atau CPC. Metode ini digunakan untuk menghitung biaya iklan setiap kali audiens melakukan klik pada iklan yang sedang ditampilkan. Untuk perhitungannya sebagai berikut: 

CPC = Total biaya iklan / Total klik 

Misalnya, kalau kita mengeluarkan biaya sebesar Rp2 juta untuk iklan yang mendapatkan klik sekitar 500 klik, maka CPC pada iklan tersebut adalah:

CPC = Rp2.000.000/1.000 = Rp2.000 per klik

Dengan mengetahui CPC maka kita bisa melakukan evaluasi apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil klik yang didapatkan. Selain itu CPC juga bisa membantu kita dalam:

  1. Mengukur efektivitas suatu kampanye iklan
  2. Meningkatkan ROI atau Return on Investment
  3. Mengatur anggaran untuk iklan
  4. Sebagai acuan dalam A/B Testing

Cost Per Acquisition (CPA) pada Google Ads 

Matriks ketiga ada CPA yang merupakan model yang mengharuskan pengiklan membayar ketika pengguna mengambil tindakan secara spesifik. Tindakan tersebut seperti pengisian formulir, pembelian produk, atau melakukan pendaftaran newsletter. 

Cara kerja CPA bidding sendiri melibatkan penentuan budget untuk tiap akuisisi pelanggan. Platform akan menentukan di mana dan kapan suatu iklan ditampilkan agar bisa mendapatkan hasil terbaik dengan biaya serendah mungkin. 

CPA Google Ads bisa digunakan ketika tujuan iklan kita adalah mendapatkan konversi, jumlah konversi yang sesuai dengan perkiraan budget per konversi, meningkatkan keuntungan dari Google Ads.

Tabel Perbandingan CPM, CPC, dan CPA 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan mengenai perbedaan antara CPM, CPC, dan CPA. Berikut tabel perbedaannya agar mudah dipahami.

Matriks 

Kepanjangan

Bayar Saat 

Tujuan Utama 

Cocok untuk

CPM

Cost Per Mille

1000 tayangan

Brand awareness

Kampanye branding, launching produk, meningkatkan awareness, display ads 

CPC 

Cost Per Click 

Klik

Traffic website 

Landing page, blog, SEO support, affiliate

CPA

Cost Per Acquisition

Konversi 

Penjualan atau Lead

E-commerce, lead generation, download aplikasi


Tips Menurunkan CPM, CPC, dan CPA

Biaya ketiga matriks Google Ads bisa diturunkan dengan beberapa tips berikut:

  1. Menentukan target audiens yang tepat
  2. Meningkatkan kualitas iklan dengan judul, deskripsi, visual, dan CTA atau Call to Action yang jelas. 
  3. Lakukan optimasi landing page 
  4. Gunakan keyword yang relevan dengan tujuan kampanye
  5. Manfaatkan negative keyword agar iklan tidak muncul pada pencarian yang tidak relevan
  6. Melakukan A/B Testing 
  7. Gunakan strategi bidding yang sesuai
  8. Melakukan pemantauan dan optimasi kampanye secara berkala

Kesimpulan

Dalam digital marketing terkadang dibutuhkan Google Ads untuk meningkatkan brand awareness hingga konversi. Untuk menjalankannya kita harus memahami perbedaan antara CPM, CPC, dan CPA agar bisa mengevaluasi serta mengetahui efektivitas kampanye iklan.

BACA JUGA: Seberapa Bermanfaat Training Digital Marketing untuk Jualan?

Untuk itu, kita bisa meningkatkan wawasan di digital marketing dengan mengikuti training digital marketing oleh PasarTrainer. 

Beberapa training tersebut seperti Google Ads Fundamental dan Google Ads Training: Profit with Pay Per Click Proven Formula

Selain itu, PasarTrainer juga memiliki training digital marketing lainnya yang mendukung peningkatan performa Google Ads seperti Digital Marketing Strategy 360 degree & AI for Business Growth. 

Kemudian ada Fundamental of Digital Media Buying for Marketers, Content Marketing Management for Effective Brand Promotion, dan masih banyak lagi. 

Kita bisa mengunjungi All Program Digital Marketing untuk menemukan berbagai training Digital Marketing dari PasarTrainer.


Referensi:

founderplus.id - apa itu cpm, cpc, cpa, metrik iklan digital


whello.id - cpm, google, ads


dealls.com - apa itu cpc dan rumus


whello.id - cpa google ads


www.makewebeasy.com - pengertian google ads