Dalam dunia kerja yang terus mengalami perubahan, perusahaan perlu memiliki cara kerja yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan pelanggan, perkembangan teknologi, maupun perubahan pasar.
Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah Agile, yaitu metode kerja yang menekankan fleksibilitas, kolaborasi, dan perbaikan secara berkelanjutan.
Penerapan agile tidak selalu terlihat dari penggunaan istilah atau framework tertentu. Ada beberapa kebiasaan dan pola kerja yang dapat menunjukkan bahwa sebuah perusahaan mulai menerapkan prinsip agile.
Lantas, seperti apa ciri-ciri perusahaan yang menggunakan agile dalam proses kerjanya?
Ciri-Ciri Perusahaan yang Agile
Berikut beberapa tandanya sebuah perusahaan menerapkan agile dalam kesehariannya:
1. Memiliki Tujuan yang Jelas dan Dipahami Bersama
Salah satu karakteristik perusahaan yang menerapkan prinsip agile adalah memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Tujuan tersebut menjadi acuan bagi perusahaan dalam menentukan prioritas, mengambil keputusan, hingga menjalankan berbagai aktivitas bisnis.
Tujuan ini bukan sekadar pernyataan visi dan misi yang tertulis dalam dokumen perusahaan. Setiap orang di dalam organisasi memahami arah yang ingin dicapai serta mengetahui perannya masing-masing dalam mendukung pencapaian tersebut.
Dengan begitu, keputusan yang dibuat oleh setiap tim tetap memiliki keterkaitan dengan tujuan utama perusahaan.
2. Berorientasi pada Pelanggan
Perusahaan atau organisasi agile menjadikan pelanggan sebagai salah satu fokus utama dalam menciptakan nilai.
Perusahaan berusaha memahami kebutuhan pelanggan secara menyeluruh, mulai dari tahap awal interaksi hingga seluruh perjalanan pelanggan dengan produk atau layanan.
Orientasi tersebut membuat perusahaan tidak berhenti pada upaya memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini. Mereka juga terus mencari cara untuk memberikan pengalaman dan nilai yang lebih baik seiring perubahan kebutuhan.
Di sisi lain, penciptaan nilai juga memperhatikan kepentingan berbagai pihak yang berkaitan dengan organisasi.
Karyawan, investor, mitra bisnis, hingga masyarakat dapat menjadi bagian dari pertimbangan ketika perusahaan menentukan arah dan menjalankan aktivitasnya.
3. Menerapkan Struktur Tim yang Fleksibel

Organisasi yang menerapkan agile cenderung membangun struktur kerja yang lebih fleksibel. Pekerjaan dapat dibagi ke dalam tim-tim yang memiliki tanggung jawab tertentu dan dapat berkoordinasi dengan tim lain ketika diperlukan.
Tim juga diberikan ruang untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Kolaborasi lintas fungsi menjadi bagian penting agar masalah dapat diselesaikan tanpa harus selalu menunggu arahan dari tingkat manajemen yang lebih tinggi.
Salah satu pendekatan yang pernah digunakan oleh Spotify adalah konsep squads, yaitu kelompok kecil dengan fokus dan tanggung jawab tertentu.
Setiap kelompok dapat bekerja secara relatif mandiri sekaligus tetap berkoordinasi dengan kelompok lainnya.
4. Tim Memiliki Kewenangan
Dalam organisasi agile, struktur dasar perusahaan tetap diperlukan untuk menjaga arah dan stabilitas organisasi.
Namun, pola hierarki yang terlalu panjang dapat dikurangi dan digantikan dengan tim-tim yang lebih fleksibel. Setiap tim diberikan ruang untuk mengambil keputusan sesuai tanggung jawabnya.
Meski memiliki kebebasan dalam bekerja, anggota tim tetap perlu menjaga koordinasi agar keputusan individu tidak berjalan terpisah dari tujuan bersama.
Karena itu, pemimpin perlu memahami bagaimana hubungan dan jaringan antarmanusia terbentuk di dalam organisasi.
Kemampuan membangun kolaborasi, menghubungkan berbagai tim, serta menjaga komunikasi menjadi bagian penting agar jaringan kerja tersebut dapat berjalan secara efektif.
5. Mengandalkan Siklus Kerja dan Pengambilan Keputusan yang Cepat
Organisasi yang agile biasanya tidak menunggu terlalu lama untuk menguji sebuah ide. Kita bisa membuat percobaan dalam skala tertentu, melihat hasilnya, kemudian menentukan langkah berikutnya berdasarkan informasi yang diperoleh.
Dengan pola tersebut, proses kerja menjadi sebuah siklus yang terus berulang. Tim merencanakan pekerjaan, menjalankannya, mengevaluasi hasil, lalu melakukan penyesuaian apabila ditemukan hal yang perlu diperbaiki.
6. Pemimpin Berperan dalam Mengembangkan Tim
Penerapan agile juga dapat terlihat dari cara pemimpin menjalankan perannya.
Pemimpin tidak hanya bertugas memberikan instruksi atau mengawasi pekerjaan. tetapi juga membantu anggota tim berkembang dan mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Dalam pola kepemimpinan seperti ini, kita sebagai karyawan akan diberi kesempatan untuk menyampaikan ide, mengambil keputusan sesuai kewenangannya, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah.
Pemimpin berperan memberikan arahan, menghilangkan hambatan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan inovasi.
Artinya, hubungan antara pemimpin dan anggota tim tidak hanya berpusat pada kontrol. Ada pula kepercayaan dan pemberdayaan agar setiap individu dapat memberikan kontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki.
7. Memanfaatkan Teknologi untuk Mendukung Adaptasi dan Inovasi
Teknologi juga menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung cara kerja agile.
Perusahaan dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk mempercepat proses, mengolah informasi, mengotomatisasi pekerjaan tertentu, hingga memahami kebutuhan pelanggan.
Penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan, analitik data, dan sistem otomatisasi dapat membantu perusahaan bekerja dengan lebih efisien.
Perusahaan yang menerapkan agile dalam organisasi akan lebih cepat dalam merespons perubahan bisnis dan kondisi ekonomi. Untuk itu diperlukan pelatihan. Ada berbagai pelatihan agile yang disediakan oleh PasarTrainer.
BACA JUGA: Pentingnya Training Project Management untuk Meningkatkan Kinerja Tim
Mulai dari yang berkaitan dengan leadership hingga training project management. Contohnya ada Agile Mindset at Work: Thriving Amid Change, Agile Project Management, dan masih banyak lagi.
Selain itu, PasarTrainer juga menyediakan training project management lainnya yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan. Seluruh pelatihan bisa kita cek pada halaman All Project Management Training.
Referensi:
https://ccg.co.id/blog/2022/03/22/ciri-ciri-agile-organization/https://www.ppm-manajemen.ac.id/lima-ciri-utama-perusahaan-yang-agile/
https://id.jobstreet.com/id/career-advice/article/mengenal-agility-penerapan-di-dunia-kerja-profesional

