Audit perusahaan merupakan salah satu proses penting yang dapat membantu bisnis untuk memastikan bahwa keseluruhan aktivitas operasional dan keuangan telah berjalan sesuai dengan kebijakan, standar, serta peraturan yang sedang berlaku.
Lalu apa itu audit perusahaan, jenis, dan prosesnya? Mari kita gali bersama-sama.
Pengertian Audit Perusahaan
Mari kita awali dengan memahami apa itu audit perusahaan. Jadi audit perusahaan merupakan suatu proses pemeriksaan independen pada sistem, laporan keuangan, hingga kegiatan operasional suatu perusahaan.
Tujuan umumnya untuk memastikan bahwa semua telah berjalan sesuai standar yang berlaku.
BACA JUGA: Catat! 7 Manfaat Audit bagi Perusahaan dan Biaya yang Diperlukan
Dengan audit perusahaan bisa mendapatkan gambaran terkait kepatuhan peraturan, kesehatan keuangan dari perusahaan, dan mendeteksi potensi adanya penipuan maupun kesalahan dalam suatu laporan keuangan.
Biasanya audit dilakukan oleh auditor internal atau eksternal agar kredibilitas dan transparansinya terjamin di mata para pemangku kepentingan. Misalnya regulator, investor, hingga manajemen perusahaan.
Jenis-Jenis Audit Perusahaan
Dalam perusahaan terdapat berbagai jenis audit yang umum dilakukan, yakni:
Audit Internal
Pertama ada audit internal yang dilakukan oleh tim internal perusahaan. Audit jenis ini akan membantu pemilik bisnis, eksekutif, dan stakeholder untuk mendapatkan gambaran secara akurat tentang kesehatan perusahaan kita.
Jenis investigasi yang biasa dilakukan adalah kebijakan dan kepatuhan hukum, akuntansi dan pelaporan keuangan, masalah operasional, serta efektivitas prosedur yang diterapkan saat ini.
Audit Eksternal
Jika audit internal dilakukan oleh tim perusahaan kita, maka audit eksternal mengajak pihak ketiga yang tentunya independen atau tidak memihak pada perusahaan apapun.
Auditor eksternal harus patuh terhadap PABU atau Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum ketika menangani informasi dari perusahaan kita.
Audit Terhadap Keuangan
Audit selanjutnya adalah keuangan yaitu pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh organisasi independen.
Auditor akan membantu stakeholder atau pemilik bisnis sebagai pengguna keuangan untuk mendapatkan informasi dan wawasan terkait laporan keuangan.
Audit Terhadap Pajak
Untuk audit jenis ini dilakukan oleh Dirjen Pajak. Tujuannya untuk memastikan bahwa pelaporan dan pembayaran pajak perusahaan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam prosesnya, petugas bisa memeriksa catatan keuangan perusahaan melalui kunjungan langsung, telepon, maupun secara digital.
Audit Terhadap Operasional
Audit operasional adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi proses bisnis, kebijakan, serta prosedur yang diterapkan oleh perusahaan.
Audit ini umumnya dilakukan secara internal untuk menemukan area yang masih kurang optimal.
Hasil audit operasional bisa digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, menyederhanakan proses kerja, dan memperbaiki kebijakan perusahaan.
Proses Melakukan Audit Perusahaan

Setidaknya ada 6 langkah untuk melakukan proses audit perusahaan. Berikut langkah-langkah yang dimaksud:
1. Menyediakan Dokumen Sesuai Kebutuhan
Sebelum memulai audit, kita perlu meminta dokumen kebutuhan audit. Biasanya dokumen tersebut sudah didaftar dan diserahkan kepada klien.
Informasi yang ada pada dokumen memberikan auditor gambaran secara umum mengenai kesehatan perusahaan.
2. Perencanaan Proses Audit Perusahaan
Selanjutnya, auditor akan melakukan pemeriksaan berbagai informasi yang tercantum pada dokumen dan menyusun rencana proses audit.
Untuk melakukan identifikasi kemungkinan adanya masalah biasanya tim audit melakukan workshop risiko. Setelah itu rencana kerja lapangan disusun lebih detail.
3. Penjadwalan Rapat Terbuka
Rapat terbuka diikuti oleh staf administrasi utama atau manajemen senior dari klien. Di sini kita sebagai auditor akan mempresentasikan audit scope, waktu pelaksanaannya, dan menjaga transparansi.
Para peserta rapat diminta untuk berkomunikasi dengan staf terkait rencana pelaksanaan tersebut karena mungkin harus mewawancarai anggota tim yang terkait secara langsung.
4. Memulai Kerja Lapangan
Proses selanjutnya, auditor akan melakukan kerja lapangan dengan melakukan peninjauan prosedur dan juga menguji kepatuhan pencatatan keuangan.
Ada dua pengujian yaitu Test of Control atau Pengujian Pengendalian dan Substantive Test atau Pengujian Substantif.
5. Penyusunan Laporan Audit
Auditor akan menulis laporan yang isinya mencakup rincian temuan selama melakukan audit.
Misalnya temuan material, kesalahan matematis, sampai pembayaran yang tak diotorisasi. Auditor akan menulis komentar dan rekomendasi solusi.
6. Rapat Penutupan Audit
Dalam rapat ini auditor meminta persetujuan dan tanggapan klien. Rapat juga menjadi diskusi matang terkait laporan audit. Semua pihak mencari solusi terkait masalah yang masih ada sebelum menerbitkan laporan final.
Kesimpulan
Audit perusahaan penting untuk mengetahui kesehatan perusahaan secara menyeluruh. Ada berbagai jenis audit mulai dari keuangan hingga operasional. Prosesnya juga cukup panjang tetapi menghasilkan laporan yang komprehensif.
Maka dari itu sebagai auditor kita harus terus memperbaharui wawasan agar tetap relevan dengan kondisi saat ini. PasarTrainer bisa membantu kita untuk meningkatkan keterampilan tersebut dengan training dan assessment yang sudah tersedia.
BACA JUGA: Keuntungan Inhouse Training bagi Pengembangan Karyawan dan Perusahaan
Beberapa di antaranya adalah Internal Audit 101: Panduan Praktis untuk Auditor Pemula, Teknik Penulisan Laporan Audit, Value Added Audit in Improving Good Corporate, dan lain sebagainya.
Kita bisa menemukan keseluruhan training dan assessment tersebut pada halaman All Training Prorgam. Selain itu, PasarTrainer juga memiliki berbagai In-House Program lainnya. Kunjungi PasarTrainer untuk mendapatkan informasi program lebih lanjut.
Referensi:
www.jurnal.id - 6 langkah melakukan proses audit inidibimbing.id - audit perusahaan adalah
accurate.id - jenis audit

