Banyak perusahaan telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pelatihan untuk karyawan. Namun, tidak sedikit program pengembangan kompetensi yang akhirnya kurang memberikan dampak karena format pembelajaran yang dipilih tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Misalnya, perusahaan ingin meningkatkan kemampuan negosiasi tim sales melalui seminar yang hanya berisi penyampaian materi. Padahal, kemampuan tersebut membutuhkan banyak praktik, simulasi, dan umpan balik secara langsung. Sebaliknya, ada pula perusahaan yang mengadakan workshop selama dua hari hanya untuk menyampaikan informasi mengenai perubahan regulasi yang sebenarnya dapat dijelaskan dalam sebuah seminar singkat.

Masalahnya bukan pada kualitas materi maupun pembicaranya, melainkan pada ketepatan memilih metode pembelajaran.

Baik workshop maupun seminar sama-sama memiliki peran penting dalam pengembangan SDM. Yang membedakan adalah situasi kapan masing-masing format memberikan hasil terbaik.

Baca Juga: Seminar vs Workshop? Yuk Pahami Perbedaannya!

Artikel ini akan membantu memahami bagaimana memilih format yang paling tepat agar investasi perusahaan dalam pelatihan benar-benar memberikan dampak bagi karyawan maupun organisasi.


Mengapa Memilih Format Pelatihan Sama Pentingnya dengan Memilih Materi?

Ketika membahas pengembangan kompetensi, banyak perusahaan lebih fokus pada topik pelatihan.

Misalnya:

  • Leadership
  • Artificial Intelligence
  • Project Management
  • Communication Skill
  • Digital Marketing

Padahal, materi yang bagus belum tentu menghasilkan pembelajaran yang efektif apabila disampaikan menggunakan format yang kurang sesuai.

Bayangkan seseorang ingin belajar berenang. Membaca teori selama tiga jam tentu memberikan pengetahuan baru, tetapi belum tentu membuatnya mampu berenang. Sebaliknya, praktik langsung di kolam renang dengan pendampingan instruktur akan memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih efektif.

Hal yang sama juga berlaku dalam dunia kerja.

Karena itu, sebelum menentukan topik pelatihan, perusahaan sebaiknya terlebih dahulu menjawab satu pertanyaan sederhana:

Apakah tujuan kita ingin menambah wawasan atau meningkatkan keterampilan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut biasanya akan menentukan apakah seminar atau workshop menjadi pilihan yang lebih tepat.


Kapan Seminar Menjadi Pilihan yang Tepat?

Seminar sangat efektif ketika perusahaan ingin membangun pemahaman bersama mengenai suatu topik.

Dalam banyak organisasi, seminar sering digunakan sebagai langkah awal sebelum perusahaan menjalankan perubahan yang lebih besar.

Beberapa kondisi yang cocok menggunakan seminar antara lain:

1. Memperkenalkan Tren Baru

Dunia bisnis terus berubah.

Munculnya AI, perubahan perilaku konsumen, hingga perkembangan regulasi membuat perusahaan harus terus memperbarui pengetahuan karyawannya.

Dalam situasi seperti ini, seminar menjadi media yang efektif untuk memberikan gambaran besar mengenai suatu isu.

Peserta memperoleh wawasan baru tanpa harus langsung menguasai keterampilan tertentu.

2. Membangun Awareness

Tidak semua program pengembangan bertujuan mengajarkan skill.

Kadang perusahaan hanya ingin meningkatkan kesadaran mengenai suatu isu penting, seperti:

  • Cyber Security
  • Keselamatan kerja
  • Diversity & Inclusion
  • Anti Fraud
  • ESG
  • Compliance

Seminar mampu menjangkau banyak peserta dalam waktu relatif singkat sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan tersebut.

3. Menginspirasi Karyawan

Menghadirkan praktisi industri atau tokoh berpengalaman dapat memberikan perspektif baru bagi peserta.

Pengalaman nyata sering kali menjadi sumber inspirasi yang sulit diperoleh hanya melalui buku atau modul pelatihan.

Karena itulah seminar sering dimanfaatkan dalam kegiatan perusahaan seperti leadership summit, annual meeting, atau employee gathering.


Kapan Workshop Memberikan Dampak yang Lebih Besar?

Source: Magnific

Jika seminar bertujuan membangun pemahaman, maka workshop berfokus pada perubahan kemampuan.

Workshop menempatkan peserta sebagai pelaku utama dalam proses belajar.

Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga mencoba.

Beberapa kondisi yang cocok menggunakan workshop antara lain:

1. Saat Karyawan Harus Menguasai Skill Baru

Misalnya perusahaan ingin meningkatkan kemampuan:

  • Public Speaking
  • Microsoft Excel
  • Data Analysis
  • Presentation Skill
  • Problem Solving
  • Negotiation

Semua kemampuan tersebut membutuhkan latihan.

Semakin sering peserta mempraktikkan materi, semakin besar kemungkinan keterampilan tersebut digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

2. Ketika Perusahaan Mengubah Proses Kerja

Implementasi sistem baru hampir selalu membutuhkan workshop.

Contohnya:

  • ERP
  • CRM
  • HRIS
  • AI Tools
  • Project Management Software

Karyawan perlu mencoba langsung cara menggunakan sistem tersebut agar proses adaptasi berjalan lebih cepat.

3. Saat Dibutuhkan Kolaborasi Antar Tim

Workshop sering menghasilkan diskusi yang jauh lebih hidup dibanding seminar.

Peserta dapat bertukar pengalaman, menyelesaikan studi kasus bersama, hingga mencari solusi terhadap tantangan yang mereka hadapi di perusahaan.

Dalam banyak kasus, justru diskusi antarpeserta menjadi bagian pembelajaran yang paling berharga.


Menggabungkan Seminar dan Workshop: Pendekatan yang Semakin Banyak Digunakan

Saat ini, banyak perusahaan tidak lagi memilih salah satu.

Mereka justru menggabungkan seminar dan workshop dalam satu rangkaian program pembelajaran.

Pendekatan ini dikenal sebagai blended learning journey.

Sebagai contoh:

Hari pertama dimulai dengan seminar mengenai perkembangan Artificial Intelligence di dunia kerja.

Setelah peserta memahami konsep besarnya, hari berikutnya dilanjutkan dengan workshop yang mengajarkan cara menggunakan berbagai tools AI untuk meningkatkan produktivitas pekerjaan.

Pendekatan seperti ini memberikan dua manfaat sekaligus.

Peserta memahami alasan mengapa perubahan perlu dilakukan sekaligus mengetahui bagaimana cara menerapkannya.

Hasilnya biasanya jauh lebih efektif dibanding hanya menggunakan satu metode saja.

Baca Juga: Kursus atau Training? Pahami Perbedaannya agar Tidak Salah Memilih Program Pengembangan


Pertanyaan yang Sebaiknya Dijawab Sebelum Memilih Format Pelatihan

Agar program pengembangan berjalan lebih optimal, perusahaan dapat menggunakan beberapa pertanyaan berikut sebagai panduan.

  • Apa tujuan utama pelatihan?

Apakah perusahaan ingin meningkatkan pengetahuan atau meningkatkan kemampuan praktik?

  • Apakah peserta membutuhkan latihan?

Jika jawabannya ya, workshop hampir selalu menjadi pilihan yang lebih tepat.

  • Berapa jumlah peserta?

Seminar lebih mudah diterapkan untuk peserta dalam jumlah besar.

Workshop biasanya lebih efektif dalam kelompok kecil agar fasilitator dapat memberikan pendampingan secara maksimal.

  • Apakah hasil pelatihan perlu langsung diterapkan?

Semakin tinggi kebutuhan implementasi di tempat kerja, semakin penting adanya sesi praktik.

  • Berapa waktu yang tersedia?

Jika waktu sangat terbatas, seminar dapat menjadi solusi.

Namun apabila perusahaan menginginkan perubahan perilaku kerja yang lebih nyata, workshop layak dipertimbangkan meskipun membutuhkan waktu lebih panjang.


Pelatihan yang Efektif Bukan Ditentukan oleh Formatnya, tetapi Kesesuaiannya

Sering muncul pertanyaan:

"Mana yang lebih baik, workshop atau seminar?"

Jawabannya adalah tidak ada yang paling baik untuk semua kondisi.

Seminar sangat efektif ketika perusahaan ingin memperluas wawasan, membangun kesadaran, atau memperkenalkan ide baru.

Di sisi lain, workshop menjadi pilihan terbaik ketika perusahaan ingin menghasilkan perubahan kompetensi yang benar-benar dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Karena itu, keberhasilan pelatihan untuk karyawan tidak hanya ditentukan oleh kualitas trainer atau materi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan memilih metode pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Ketika tujuan pembelajaran, format pelatihan, dan kebutuhan organisasi berjalan selaras, investasi pengembangan SDM akan memberikan hasil yang jauh lebih optimal.


Jika perusahaan sedang merencanakan program pengembangan kompetensi, penting untuk memilih pendekatan yang sesuai dengan target pembelajaran. Baik melalui seminarworkshop, maupun kombinasi keduanya, setiap metode memiliki keunggulan tersendiri ketika digunakan pada situasi yang tepat.

Baca Juga: Keuntungan Inhouse Training bagi Pengembangan Karyawan dan Perusahaan

PasarTrainer menyediakan berbagai program pelatihan untuk karyawan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, mulai dari seminar inspiratif hingga workshop yang berfokus pada praktik dan peningkatan kompetensi kerja.


Referensi

  1. Association for Talent Development (ATD). Workplace Learning & Development Trendshttps://www.td.org/
  2. Society for Human Resource Management (SHRM). Employee Training and Development Resourceshttps://www.shrm.org/
  3. IBM. What is Employee Training? https://www.ibm.com/topics/employee-training
  4. Coursera for Business. Workshop vs Seminar: What's the Difference? https://www.coursera.org/articles
  5. Dealls. Apa Itu Workshop? https://dealls.com/pengembangan-karir/apa-itu-workshop
  6. Presenta Edu. Memahami Perbedaan Corporate Training, Workshop, dan Seminar.https://presenta.co.id/artikel/memahami-perbedaan-corporate-training-workshop-dan-seminar/