Identifikasi dan pengelolaan berbagai risiko harus mampu dilakukan oleh suatu perusahaan agar tidak menghambat capaian. Salah satu langkah yang bisa kita lakukan adalah melalui risk assessment atau penilaian risiko. 

Proses tersebut akan membantu perusahaan mengenali potensi ancaman, mengukur dampak, dan menentukan langkah mitigasi yang tepat sebelum masalah terjadi. Agar lebih memahaminya, mari kita mencari tahu terkait risk assessment.

Baca Juga: Pentingnya Manajemen Risiko dalam Pengambilan Keputusan

Pengertian Risk Assessment dalam Perusahaan 

Jadi, risk assessment merupakan proses mengidentifikasi, menganalisis, dan memetakan potensi bahaya yang mungkin dihadapi oleh perusahaan. 

Tindakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kerugian perusahaan ketika bisnis berjalan. Penerapannya bisa fisik maupun non-fisik. 

Untuk penerapan fisik bisa terkait titik kumpul, rute evaluasi, penanganan kecelakaan atau cedera kerja. Sementara untuk non-fisik mencakup data yang direkam secara digital dan riset yang dilakukan perusahaan.


Manfaat Menerapkan Risk Assessment dalam Perusahaan 

Berbagai manfaat risk assessment berikut menegaskan keuntungan perusahaan jika menerapkannya:

  1. Meminimalisir terjadinya kerugian karena bisa membantu perusahaan mengenali berbagai risiko sejak awal. Dengan demikian berbagai langkah pencegahaan bisa dilakukan sebelum dampaknya menjadi besar. 
  2. Memberikan dukungan pengambilan keputusan yang lebih terukur dan hati-hati.
  3. Peningkatan kepatuhan dan keamanan karena membantu perusahaan dalam proses identifikasi celah dalam prosedur dan sistem. 
  4. Pengoptimalan alokasi anggaran dan perencanaan,
  5. Menjaga citra, kepercayaan, dan reputasi mereka yang berkepentingan
  6. Sebagai pendukung penerapan Good Corporate Governance

Tahapan Melakukan Risk Assessment 

Source: Magnific

Dalam penerapan risk assessment, kita harus mengikuti berbagai langkah berikut:

1. Mengidentifikasi Risiko 

Langkah pertama, kita harus mengidentifikasi berbagai potensi yang berbahaya atau kejadian yang menyebabkan gangguan atau kerugian. Dalam langkah ini kita akan melibatkan wawancara, observasi, sampai penggunaan data historis. 

2. Menganalisis Risiko 

Setelah kita melakukan identifikasi, maka selanjutnya menganalisis risiko secara mendalam. Dengan demikian kita akan mengetahui apa saja yang menjadi latar belakang masalah dan juga dampaknya terhadap perusahaan. 

3. Mengevaluasi Risiko 

Hasil analisis tersebut digunakan untuk melakukan evaluasi dan menentukan level keparahan suatu risiko. 

Khusus langkah ini kita membutuhkan matriks penilaian risiko. Pengukuran tersebut berdasarkan tingkat probabilitas dan dampak. Matriksnya terdiri dari: 

  • Extreme: Risikonya paling penting sehingga harus ditangani sesegera mungkin dengan prioritas tinggi. Tim harus segera bertindak agar risikonya segera hilang.
  • High: Harus segera mengambil tindakan. Tujuannya agar kita mengetahui strategi yang tepat untuk menghapus risiko tersebut. 

Jika permasalahan tidak segera diatasi, maka kita perlu menentukan batas waktu yang baru dan lebih ketat agar segera selesai. 

  • Medium: Mengambil tindakan tepat sesegera mungkin untuk melakukan pengembangan strategi manajemen risiko. 

Biasanya tidak perlu sumber daya luas. Namun perlu ditangani dengan pemikiran yang cerdas dan perencanaan logis. 

  • Low risk: Risiko rendah dan masalah yang ditimbulkan tidak terlalu berarti. Namun jika ada langkah yang bagus, maka perlu dilakukan untuk memperbaiki kinerja secara keseluruhan. 

4. Mengendalikan Risiko 

Langkah selanjutnya, kita harus mengembangkan suatu strategi dengan tujuan mengelola atau mengurangi risiko masalah. Pengendalian risiko sendiri mencakup penggunaan teknologi, perubahan proses, dan lain sebagainya. 

5. Memantau dan Meninjau 

Terakhir, kita perlu memantau dan meninjau strategi yang telah kita buat. Tujuannya agar memastikan bahwa pengendalian yang sudah diterapkan berjalan secara efektif. Selain itu tinjauan rutin diperlukan untuk evaluasi keberhasilan strategi.

Baca Juga: Budaya Sadar Risiko di Tempat Kerja: Manfaat, Cara Membangun dan Tantangannya


Metodologi Risk Assessment 

Untuk melakukan risk assessment terdapat dua metode yang biasa digunakan, yaitu quantitative risk assessment dan qualitative risk assessment. Walaupun berbeda, keduanya tetap penting digunakan.  Apa yang membedakan keduanya?

1. Metode Kuantitatif

Untuk kuantitatif, fokusnya terhadap angka. Tim akan menggunakan poin data yang bisa diukur untuk melakukan penilaian risiko. 

Metode ini dilakukan dengan cara menyusun dua daftar yang terdiri dari daftar kemungkinan suatu risiko dan tingkat keparahan serta kerugian yang mungkin terjadi.

Quantitative risk assessment cocok untuk menjawab pertanyaan yang memerlukan angka. Namun memang tidak menjawab keseluruhan pertanyaan terkait risiko. 

2. Metode Kualitatif 

Berbeda dengan kuantitatif, metode ini lebih fokus kepada apa yang sebenarnya akan segera terjadi. 

Dengan metode ini kita akan berbicara dengan anggota unit atau departemen yang berbeda-beda. Kita juga mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang pekerjaan mereka yang mungkin dipengaruhi risiko, pelanggaran, atau serangan.


Jadi sudah sangat jelas bahwa penerapan risk assessment dalam perusahaan sangat menguntungkan untuk mencegah terjadinya kerugian. 

Untuk itu pihak L&D Perusahaan bisa mempertimbangkan corporate training dengan tema risk management. Tidak perlu bingung, PasarTrainer memiliki berbagai training risk management yang bisa memenuhi kebutuhan kita. 

Beberapa di antaranya ada Prepare a Comprehensive Individual Risk Assessment IRA Report, Risk Assessment Techniques, Risk Assessment & Risk Management, dan Program Pelatihan AML Risk Assessment. .

Baca Juga: 10 Hal Pentingnya Risk Management Training

Selain berkaitan dengan Risk Assessment, PasarTrainer juga memiliki training risk management lainnya seperti Fraud Risk Management for NGO (Non-Profit Organization), How to Setup & Manage a High-Trust Whistleblowing System.

Kemudian ada AI Risk in Fraud Management for Banking, dan masih banyak lagi. Kita bisa menemukan semua corporate training tersebut dalam halaman All Program Risk Management.


Referensi:

prasmul-eli.co - Mengenal Risk Assessment yang Bantu Perusahaan Raih Keuntungan


audithink.com - risk assessment adalah


pegadaian.co.id - risk assessment perusahaan


synergysolusi.com - pentingkah risk assessment dilakukan oleh perusahaan