Kini banyak perusahaan yang mulai menerapkan pembelajaran kooperatif atau cooperative learning. Alasannya karena terkadang kemampuan individu tidak cukup untuk mencapai tujuan perusahaan.
Sebagai karyawan kita dituntut untuk bisa bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan menyelesaikan masalah secara kolektif. Lalu apa yang dimaksud dengan pembelajaran kooperatif?
Baca Juga: Mengapa Pembelajaran Berkelanjutan adalah Investasi Terbaik Organisasi? Ini Jawabannya!
Memahami Pembelajaran Kooperatif
Mungkin banyak dari kita memahami pembelajaran kooperatif umum dilakukan pada siswa. Namun, metode pembelajaran tersebut juga bisa diterapkan pada karyawan.
Pembelajaran kooperatif sendiri merupakan strategi yang digunakan dalam kelompok pembelajar dengan tujuan meningkatkan pengalaman belajar dan pemahaman tentang suatu topik.
Strategi ini menggunakan tugas dan aktivitas kelompok kecil sebagai pengalaman belajar. Setiap anggota bertanggung jawab mempelajari informasi dan keterampilan baru. Pada saat yang sama, kita juga membantu rekan satu tim dalam belajar.
Tipe-Tipe Pembelajaran Kooperatif
Kerja sama antar rekan kerja dalam suatu organisasi jarang terjadi secara natural. Pihak perusahaan perlu berupaya dengan mengambil langkah-langkah yang menyatukan karyawan.
Salah satunya dengan pelatihan karyawan berbasis pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran tersebut dibagi menjadi tiga jenis dengan implementasi yang berbeda-beda:
1. Pembelajaran Kooperatif Bersifat Formal
Jenis yang pertama ini melibatkan penugasan dan proyek kepada tim oleh perusahaan.
Anggota tim mempunyai struktur yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dan tetap bersama sampai proyek selesai. Durasi proyek bisa berkisar dari beberapa jam hingga beberapa minggu.
Pendidik dalam metode pembelajaraan kooperatif formal mempunyai peran sebagai pembuat keputusan pra-instruksional, memberikan penjelasan terkait tugas instruksional dan struktur kooperatif.
Kemudian melakukan pemantauan pembelajaran peserta dan melakukan intervensi, serta melaksanakan penilaian pembelajaran peserta dan membantu memproses seberapa baik kerja tim peserta.
2. Pembelajaran Kooperatif Bersifat Informal
Jenis pembelajaran ini melibatkan pembentukan tim secara cepat untuk jangka waktu singkat guna menyelesaikan tugas kecil.
Tim ini tidak memerlukan perencanaan dan memiliki struktur minim. Durasi metode informal berlangsung beberapa menit sampai satu periode belajar. Peran pendidik sendiri adalah mendorong peserta agar lebih aktif terlibat.
Dua aspek penting dalam metode pembelajaran kooperatif informal terdiri dari pembuatan tugas dan instruksi yang jelas dan tepat. Kemudian meminta kelompok menghasilkan produk tertentu.
3. Pembelajaran Kooperatif Berbasis Kelompok
Terakhir, ada metode secara berkelompok. Metode satu ini menjadi yang paling umum diterapkan. Pada pembelajaran kooperatif kelompok terdapat keterlibatan kelompok jangka panjang yang bisa berlangsung hingga satu tahun atau lebih.
Anggotanya saling memberikan dorongan, dukungan, dan bantuan. Peran pendidiknya sendiri adalah melakukan pembentukan kelompok heterogen yang biasanya terdiri dari tiga hingga empat orang.
Baca Juga: Cara Membangun Solidaritas dalam Bekerja agar Tim Lebih Kompak dan Produktif
Melakukan penjadwalan kapan pertemuan dilakukan secara teratur, membuat agenda khusus dengan tugas konkrit.
Tugas tersebut memberikan rutinitas. Kemudian memastikan bahwa elemen dasar kelompok kooperatif dapat dilaksanakan secara efektif. Terakhir meminta peserta untuk memproses secara berkala efektivitas tim.
Tujuan Dilakukannya Pembelajaran Kooperatif
Berikut beberapa tujuan utama penerapan pembelajaran kooperatif suatu organisasi:
- Pengembangan dan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan
- Berbagi informasi
- Membangun tim yang kooperatif
- Meningkatkan toleransi dan penerimaan terhadap keragaman
- Meningkatkan produktivitas karyawan
Lima Elemen Kunci Pembelajaran Kooperatif
Dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif, ada lima elemen yang harus diperhatikan, yakni:
1. Positive Interdependence
Suatu tim dapat mencapai elemen ini saat semua anggota memahami bahwa kita akan berhasil atau gagal bersama.
Untuk mencapainya kita bisa melakukan beberapa cara seperti pembagian kerja, berbagi materi, dan mengalokasikan peran kepemimpinan.
2. Akuntabilitas Individu dan Kelompok
Setiap anggota tim bertanggung jawab atas sebagian besar pekerjaan untuk mencapai tujuan tim.
Ada penilaian terhadap kinerja individu dan kelompok menerima umpan balik. Kelompok juga bertanggung jawab untuk mencapai target yang ditetapkan oleh organisasi.
3. Keterampilan Interpersonal dan Kelompok Kecil
Terdapat keterampilan kompleks tapi penting yang perlu dimiliki oleh semua anggota tim, yakni:
- Pengambilan keputusan
- Manajemen konflik
- Kualitas kepemimpinan
- Tanggung jawab
- Komunikasi efektif
- Membangun kepercayaan
4. Interaksi Tatap Muka
Elemen ini mengurangi jarak dalam organisasi antar anggota tim karena kita berkumpul untuk memberikan dukungan, semangat, memuji, dan saling membantu.
Ini termasuk penjelasan lisan tentang cara memecahkan masalah dan tantangan untuk mencapai tujuan bersama.
5. Pemrosesan Kelompok
Anggota tim harus rutin bertemu dan mendiskusikan seberapa jauh kemajuan yang kita capai untuk mencapai tujuan.
Selain itu, kita juga perlu mendiskusikan cara menjaga hubungan kerja yang efektif. Elemen ini akan membantu anggota dalam mengambil keputusan terkait isu yang membutuhkan pendapat dari anggota tim.
Pelatihan karyawan dengan metode pembelajaran kooperatif menjadi salah satu yang efektif meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu L&D Perusahaan bisa mempertimbangkan menggunakan metode tersebut.
Tidak perlu bingung dalam mempersiapkan pelatihan karyawan karena PasarTrainer sudah menyediakan berbagai topik pelatihan.
Baca Juga: Meningkatkan Kinerja: Pentingnya Training Soft Skills
Mulai dari Digital Marketing, Cybersecurity, Leadership & Soft-skills, Communication, BNSP Certification, Technology, Sales & Marketing, Legal, Data, Human Capital, Risk Management, serta Finance, Tax, & Accounting, serta lain sebagainya.
Kita bisa menemukannya dalam halaman All Training Program. Selain itu, jika terdapat masalah pada perusahaan, PasarTrainer juga siap menjadi partner untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan program Corporate Solutions.
Referensi:
www.valamis.com - cooperative learningwww.ruangkerja.id - model pembelajaran kooperatif
www.ruangkerja.id - model pembelajaran untuk pelatihan karyawan
www.intechopen.com

