Sudah pernah dengar mengenai manajemen inventory? Karyawan perusahaan yang memegang posisi supply chain pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu manajemen tersebut. Umumnya manajemen inventory digunakan untuk usaha retail. Lalu apa itu manajemen inventory dan mengapa begitu penting?
Definisi Manajemen Inventory
Jadi manajemen inventory merupakan sebuah bentuk pengelolaan atau manajemen yang mengontrol setiap barang atau produk yang diperjual belikan dalam operasional sehari-hari pada suatu perusahaan.
Tujuan dari penerapan manajemen inventory sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan proses produksi ataupun dijual lagi. Inventory meliputi raw materials atau bahan baku, barang dalam proses atau in-process goods, hingga barang jadi atau finished goods.
Fungsi Penerapan Manajemen Inventory
Manajemen inventory menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik.
Pengelolaan persediaan yang tepat akan membantu perusahaan kita menghadapi berbagai kondisi yang bisa berpengaruh pada ketersediaan barang. Berikut empat fungsi manajemen inventory yang dimaksud:
Mengantisipasi Kelangkaan Barang di Pasaran
Persediaan perusahaan umumnya mencakup bahan baku, barang dalam proses produksi, hingga produk jadi.
Ketiga jenis persediaan tersebut perlu dikelola dengan baik agar kita tidak mengalami kesulitan saat harus memenuhi kebutuhan operasional maupun permintaan pelanggan.
Dengan pengelolaan inventory, perusahaan dapat memperkirakan kebutuhan dan menyiapkan persediaan sebagai langkah antisipasi.
Mencegah Kekurangan Persediaan
Manajemen inventory juga berfungsi untuk mengurangi risiko kehabisan stok. Dengan memantau jumlah persediaan secara rutin, perusahaan dapat mengetahui kapan harus melakukan pemesanan kembali.
Dengan begitu, operasional bisnis tetap dapat berjalan meskipun terjadi kendala pada rantai pasokan.
Mengurangi Risiko Ketidaksesuaian Pesanan
Dalam kegiatan bisnis, kesalahan atau ketidaksesuaian antara pesanan dengan barang yang tersedia dapat terjadi. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menghambat proses pemenuhan pesanan dan menurunkan kepuasan pelanggan.
Manajemen inventory membantu kita mengetahui jumlah dan jenis barang yang tersedia secara lebih akurat. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat mencocokkan stok dengan pesanan sebelum barang dikirim kepada konsumen.
Menjaga Kelancaran Proses Produksi
Bagi perusahaan yang memproduksi barang sendiri, ketersediaan inventory sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi. Bahan baku yang tersedia dalam jumlah cukup memungkinkan kegiatan produksi terus berlangsung sesuai kebutuhan.
Ketika persediaan dikelola dengan baik, perusahaan dapat menjaga proses produksi tetap berjalan dan menghasilkan produk secara konsisten. Produk yang telah selesai diproduksi pun dapat segera diproses untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Metode Management Inventory

Setiap perusahaan bisa mempunyai cara yang berbeda dalam mengelola persediaannya. Tidak ada satu model yang harus diterapkan oleh semua perusahaan karena kebutuhan setiap bisnis juga berbeda.
Pemilihan metode biasanya disesuaikan dengan ukuran perusahaan, jenis usaha, jumlah barang yang disimpan, hingga strategi bisnis yang digunakan. Berikut metode yang dimaksud:
Metode MRP (Material Requirement Planning)
MRP atau Material Requirement Planning merupakan metode yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan bahan baku dalam proses produksi.
Tujuannya adalah memastikan bahan yang dibutuhkan tersedia saat proses produksi berlangsung.
Dalam penerapannya, perusahaan perlu menghitung berapa banyak bahan baku yang benar-benar dibutuhkan. Stok yang terlalu banyak sebaiknya dihindari karena akan menambah biaya penyimpanan dan perawatan.
Dengan jumlah persediaan yang lebih terkontrol, perusahaan bisa menghemat biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan bahan baku.
Metode EOQ (Economic Order Quantity)
Economic Order Quantity (EOQ) digunakan untuk menentukan jumlah bahan baku yang sebaiknya dipesan agar biaya persediaan tetap efisien.
Jadi, perusahaan tidak asal membeli dalam jumlah banyak, tetapi menghitung jumlah pemesanan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Metode Analisis ABC
Metode Analisis ABC digunakan untuk mengelompokkan persediaan berdasarkan tingkat kepentingan dan nilai barang. Tidak semua barang yang ada di gudang membutuhkan perhatian yang sama.
Barang yang nilainya paling tinggi atau memiliki pengaruh besar terhadap operasional biasanya masuk kelompok A sehingga perlu diawasi lebih ketat.
Kelompok B berada di tingkat menengah, sedangkan kelompok C terdiri dari barang dengan nilai yang relatif lebih rendah dan pengawasannya tidak seketat kelompok A.
Metode JIT (Just In Time)
Just In Time (JIT) merupakan metode yang berusaha menjaga persediaan tetap seminimal mungkin. Barang atau bahan baku diusahakan datang ketika memang sudah dibutuhkan, sehingga tidak terlalu lama tersimpan di gudang.
Cara ini dapat membantu perusahaan mengurangi biaya penyimpanan. Namun, JIT juga membutuhkan pemasok yang bisa diandalkan. Ketika ada pesanan masuk, bahan atau barang harus bisa tersedia sesuai waktu yang dibutuhkan.
Metode Periodic Review
Pada metode Periodic Review, persediaan diperiksa secara berkala dalam periode yang sudah ditentukan, misalnya setiap minggu, dua minggu, atau satu bulan.
Setelah pemeriksaan dilakukan, perusahaan akan menentukan jumlah barang yang perlu dipesan kembali.
Metode ini membuat perusahaan memiliki jadwal yang lebih jelas untuk mengecek dan mengisi kembali persediaan.
Selain itu, data dari pemeriksaan rutin dapat membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan bahan baku untuk periode berikutnya..
Ingin meningkatkan kemampuan terkait manajemen inventory? Tidak perlu khawatir karena PasarTrainer akan memberikan pendampingan melalui berbagai training supply chain.
BACA JUGA: Pentingnya Training Supply Chain bagi Industri Manufaktur
Ada beberapa judul yakni Advanced Inventory Management & Control for FMCG Industry, Advanced Inventory Management & Control, Logistic and Distribution Management dan masih banyak lagi. Kita bisa cek keseluruhan topik di All Training Supply Chain.
Referensi:
https://transtrack.co/blog/id/manajemen-inventory/https://www.soltius.co.id/id/news/read/the-importance-of-inventory-management-for-retail-businesses
https://zahiraccounting.com/id/blog/pentingnya-manajemen-inventory/
https://pqm.co.id/inventory-dan-management-inventory/

