Sebelum sebuah aplikasi hadir di tengah pengguna (user), terdapat penyusunan komponen-komponen penting di dalamnya. Hal tersebut berkaitan dengan aspek UI/UX (User Interface/User Experience).

Penyusunan berbagai komponen tersebut disebut sebagai fase design thinking, yang mana didalamnya terdapat komponen penting yaitu emphatize (empati).

Apa pengertian dari emphatize jika dikaitkan dengan penyusunan sebuah aplikasi atau software? Apa saja contohnya? Jawaban-jawaban tersebut dapat kita pahami pada artikel ini. Mari simak pembahasannya hingga tuntas!


Pengertian Emphatize pada UI/UX

Sebagai salah satu tahap penting dalam design thinking, empati merupakan komponen yang menentukan pembentukan koneksi lebih mendalam dengan user. 

Sehingga, fase empati ini tidak hanya sekadar mengumpulkan data atau fakta pengguna. Tetapi juga identifikasi secara mendalam terkait kebutuhan, keinginan serta rintangan yang dialami oleh pengguna dengan level paling autentik.

Jadi, emphatize merupakan pondasi awal yang bertanggung jawab untuk memastikan inovasi atau aplikasi yang dibangun benar-benar bermakna bagi pengguna.


Alasan Mengapa Komponen Emphatize Penting

Selain pengertian dari komponen empati pada design thinking sebuah aplikasi/software, kita juga perlu tahu alasan mengapa komponen tersebut menjadi krusial. Berikut ini alasannya:

  • Identifikasi masalah: Empati akan membantu developer dalam mengidentifikasi masalah yang sebenarnya dialami oleh pengguna/user agar tidak hanya berdasarkan asumsi.
  • Memahami pengguna lebih dalam: Developer yang menggunakan komponen empati akan lebih memahami keinginan, kebutuhan dan segala rintangan yang dihadapi oleh pengguna secara mendalam.
  • Decision making: Komponen emphatize membantu developer untuk mengambil keputusan yang berdasarkan pada perspektif langsung dari user, bukan dari asumsi atau tren pasar semata.


Tahapan-tahapan Emphatize

Di dalam menerapkan komponen empati, developer harus melewati berbagai tahapan metode penelitian termasuk kualitatif dan kuantitatif. Berikut contoh-contoh berbagai tahapan yang harus dilewati:

Tahapan Wawancara atau Interview

Tahapan ini berkaitan dengan wawancara kepada pengguna dalam keterlibatannya langsung dengan pengalamannya menggunakan sebuah produk/aplikasi.

Developer dapat bertanya apa saja terkait kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pengguna. Kunci sukses yang harus dipahami developer adalah menanyakan hal-hal yang sifatnya terbuka dan pro terhadap pendapat pengguna.

Observasi atau Pengamatan

Observasi atau pengamatan menjadi tahapan emphatize berikutnya yang dapat dilakukan developer. Caranya, kita dapat meminta pengguna untuk mereka layar device saat sedang menggunakan produk. Dan catat setiap ada kesulitan yang dialami oleh pengguna.

Pemahaman Extreme User

Salah satu hal yang perlu diantisipasi oleh developer adalah pengalaman extreme user terkait penggunaan aplikasi yang dibangun. Memahami extreme user merupakan tahapan yang harus dilewati.

Mengapa? Karena kebiasaan dan keluhan pengguna ini relatif berbeda dengan pengguna pada umumnya. Walaupun bersifat minoritas, justru hal ini tak boleh luput dari pandangan developer.

Karena extreme user biasanya tahu masalah yang tidak dijelaskan user lainnya. Jadi, agar produk atau aplikasi kita semakin baik, maka dengarkan pengalamannya.

Empathy Map

Tahapan empati lainnya adalah empathy map, yang merupakan metode pemetaan pengguna. Di dalam proses pemetaan tersebut, kita dapat mengelompokkannya menjadi empat kelompok, yaitu:

  • Says, apa yang dikatakan user saat proses wawancara dilakukan.
  • Thinks, apa yang dipikirkan user saat menggunakan produk/aplikasi kita.
  • Feels, apa yang dirasakan user saat menggunakan aplikasi,
  • Does, apa yang dilakukan user saat muncul masalah.


Contoh Penerapan Emphatize dalam UI/UX

Penerapan komponen empati sangat penting untuk dipelajari dalam training untuk developer. Alasannya tentu agar software yang dibangun oleh developer dapat bermakna dan disukai oleh pengguna.

Ada beberapa contoh ilustrasi penerapan komponen empati dalam UI/UX di bawah ini, antara lain:

Aplikasi E-commerce

Di dalam membangun sebuah aplikasi atau software e-commerce, developer harus melibatkan empati dalam bentuk pengamatan seperti:

  • Tantangan yang dihadapi user saat mencari produk.
  • Motivasi yang melatarbelakangi pengguna dalam membeli suatu produk.

Penggunaan metode pengamatan tersebut membantu dalam mendesain antarmuka (interface) yang lebih intuitif. Sehingga user lebih mudah dalam proses checkout barang.

Aplikasi Pendidikan/Pelatihan

Contoh penerapan empati dalam UI/UX berikutnya dapat diilustrasikan pada aplikasi pendidikan atau pelatihan. Tahapan empati yang dapat digunakan oleh developer adalah interview serta pengamatan.

Keduanya berguna untuk memahami kebutuhan pembelajaran user serta cara mereka menggunakan teknologi dalam bidang pendidikan.

Aplikasi Kesehatan

Aplikasi kesehatan dapat menjadi ilustrasi yang tepat dalam penerapan komponen empati. Di dalamnya terdapat beberapa tahapan yang dapat developer lakukan, seperti:

  • Pengamatan terkait bagaimana pengguna mengelola kondisi kesehatan tertentu.
  • Interview dengan pengguna yang memiliki kondisi kesehatan.
  • Pertanyaan terkait tantangan yang dihadapi pengguna yang memanfaatkan aplikasi kesehatan tertentu.


Kuasai Skill UI/UX dengan Pemahaman Emphatize Terbaik

Salah satu aspek kesuksesan seorang developer adalah berhasil membuat produk atau aplikasi yang tidak hanya berguna, tetapi juga memberikan makna bagi setiap penggunanya.

Dengan memahami komponen empati dalam aspek UI/UX, kita mendapatkan pondasi penting untuk mewujudkan sebuah produk yang bermanfaat bagi orang banyak. Untuk mendapatkan pemahaman dan ilmu tersebut, kita tidak perlu merasakan kesulitan dalam mencarinya.

BACA JUGA: Training untuk IT Developer: Mengapa Sangat Bermanfaat?

Adanya program UI/UX Mastering di PasarTrainer dapat menjadi modal training untuk developer. Ikuti program dan kelasnya sekarang! Dapatkan harga menarik dengan jaminan upgrade skill yang bermanfaat di dunia kerja. Mari bergabung bersama PasarTrainer!


Referensi:

https://ocw-mirror.telkomuniversity.ac.id/design-thinking-memahami-konsep-dan-tahapan-emphatize-dalam-proses-kreatif/


https://dibimbing.id/blog/detail/emphatize-pada-ui-ux


https://glints.com/id/lowongan/empathize-dalam-design-thinking/


https://binus.ac.id/entrepreneur/2024/12/11/tahap-empati-dalam-design-thinking/