Logika pemrograman menjadi fondasi utama yang perlu kita pahami sebelum mempelajari bahasa pemrograman apapun. 

Dengan memahami logika pemrograman, kita bisa menyusun alur berpikir secara sistematis untuk memecahkan masalah, merancang algoritma, hingga menghasilkan program yang berjalan sesuai kebutuhan. 

Untuk itu, sebagai pemula kita perlu mempelajari logika pemrograman dasar. Salah satunya dengan mengikuti training untuk development yang diselenggarakan oleh L&D Perusahaan.

Sebagai persiapan pelatihan, kita bisa memahami logika pemrograman dasar secara mandiri terlebih dahulu dengan membaca informasi di bawah ini.


Pengertian Pemrograman Dasar 

Secara sederhana logika pemrograman merupakan suatu prinsip dasar yang mengatur cara kerja dari suatu program komputer. Logika ini memungkinkan kita sebagai developer untuk melaksanakan tugas dan menyelesaikan masalah dengan kode.

BACA JUGA: Tips Memulai Karier Jadi iOS Engineer yang Tepat untuk Pemula

Dalam logika pemrograman, penggunaan alur berpikir terstruktur dan sistematis menjadi inti. Dengan demikian logika pemrograman akan memberikan arahan bagaimana suatu program melakukan pemrosesan data, menjalankan instruksi, hingga membuat keputusan. 

Terkait bahasa pemrograman, logika pemrograman tidak terikat oleh sintaks bahasa pemrograman tertentu karena lebih kepada implementasi solusi dan pendekatan masalah. 


Jenis-Jenis Logika Pemrograman Dasar yang Harus Dipelajari

Terdapat 4 jenis logika pemrograman dasar yang perlu kita pahami sebagai developer. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Logika Pemrograman Kondisional

Pertama ada kondisional yaitu cara membuat program mengambil keputusan berdasarkan kondisi. 

Secara sederhana, program akan memeriksa apakah suatu kondisi benar (TRUE) atau salah (FALSE), kemudian menjalankan perintah yang sesuai. 

Contoh yang mudah dipahami adalah “jika ruangan gelap, nyalakan lampu”. Apabila kondisi ruangan gelap bernilai benar, lampu akan dinyalakan. Namun jika ruangan masih terang atau salah maka lampu tidak perlu dinyalakan. 

Dalam konten pemrograman, jika kondisi bernilai benar, komputer akan menjalankan perintah yang sudah ditentukan. Namun jika salah, komputer akan menjalankan perintah lain atau tidak melakukan apapun. 

2. Logika Pemrograman Looping 

Kedua ada looping yang merupakan cara komputer bisa menjalankan perintah yang sama secara berulang tanpa harus menulis kode yang sama berulang kali. 

Perulangan akan terus dilakukan hingga syarat tertentu terpenuhi atau muncul kondisi untuk berhenti. Ada tiga jenis loop yang biasa digunakan yaitu:

  • For loop: Digunakan saat jumlah perulangan sudah diketahui sejak awal. 
  • While loop: Saat jumlah perulangan belum diketahui, tetapi kondisi berhentinya sudah ditentukan. 
  • Do-while loop: Hampir sama dengan while loop, tetapi perintah akan dijalankan minimal satu kali sebelum kondisi diperiksa. 

3. Logika Pemrograman Fungsi

Cara mengelompokkan serangkaian kode yang memiliki tugas tertentu agar bisa digunakan berulang kali tanpa perlu menulis ulang kode yang sama. 

Dengan menggunakan fungsi, kita cukup membuat rumus satu kali lalu memanggilnya setiap kali dibutuhkan. 

Sebagai contoh, kita membuat program untuk menghitung luas persegi panjang. Apabila hanya menghitung satu atau dua persegi panjang, maka tidak masalah menuliskan satu atau dua kali rumus. 

Namun, jika harus menghitung persegi panjang sebanyak 100? Tentu akan memakan waktu. Di sinilah fungsi berperan. 

4. Logika Pemrograman Operasional

Penggunaan berbagai operator atau simbol untuk melakukan perhitungan, membandingkan nilai, maupun menentukan suatu kondisi dalam program. 

Dengan operator ini, komputer bisa mengolah data dan mengambil keputusan sesuai dengan instruksi yang diberikan. 

Gambarannya seperti ini, saat belanja di supermarket, kasir akan menghitung total harga barang. Sistem menggunakan operator penjumlahan. 

Setelah itu, sistem akan memeriksa apakah total belanja lebih dari Rp100.000 dengan operator perbandingan. Jika hasilnya benar, maka pelanggan bisa mendapatkan diskon.


Tips untuk Meningkatkan Logika Pemrograman Dasar 

Image Source: Pexels

Logika pemrograman dasar bisa kita latih dengan beberapa cara berikut:

  1. Menggambarkan alur hasil berpikir. Pahami area mana yang salah dan perlu perbaikan. Jika sudah sesuai kita bisa mengimplementasikan diagram kepada bentuk baris program. 
  2. Selanjutnya mengenal paradigma pemrograman yaitu pendekatan dalam menyusun sebuah program. Salah satu paradigma yang sering digunakan adalah Object-Oriented Programming (OOP).
  3. Mempelajari kode yang dibuat oleh programmer lain. Saat ini banyak proyek open source yang bisa kita akses secara gratis melalui internet. 
  4. Biasakan diri berpikir berdasarkan kondisi. Artinya setiap keputusan dalam program bergantung pada hasil pengecekan suatu kondisi.

Kesimpulan

Sebagai developer kita perlu memahami logika pemrograman dasar untuk menunjang pekerjaan karena logika tersebut adalah prinsip dasar yang mengatur cara kerja dari suatu program komputer. 

Ada empat jenis logika pemrograman yang perlu kita pelajari antara lain kondisional, looping, fungsi, dan operasional. 

Untuk meningkatkan kemampuan logika pemrograman dasar diperlukan berbagai latihan seperti yang sudah disampaikan pada tips di atas. Kita juga bisa mengikuti training untuk developer dari PasarTrainer.

BACA JUGA: Training untuk IT Developer: Mengapa Sangat Bermanfaat?

Beberapa training tersebut antara lain Fast Track Boot Camp Backend Developer using Golang, Fast Track Boot Camp Fronted Developer using React JS, Python Fundamental Mastering, dan masih banyak lagi. 

Kita bisa cek keseluruhan training untuk developer dalam halaman Web & Mobile Development. Kenapa harus PasarTrainer

Karena didampingi oleh expert trainer, update, relevant, komprehensif, hingga menyediakan training berdasarkan kebutuhan perusahaan kita dengan cara kostumisasi.


Referensi:

skilvul.com - 4 logika pemrograman dasar yang harus kamu pelajari


www.neuronworks.co.id - tips meningkatkan logika pemrograman


www.revou.co - logika pemrograman