Di tengah perubahan bisnis yang makin cepat, organisasi tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola pekerjaan sehari-hari. 

Pemimpin juga dituntut mampu menghadapi perubahan teknologi, membangun kolaborasi, mengambil keputusan strategis, serta mempersiapkan tim untuk menghadapi masa depan. Ketika kemampuan tersebut belum sesuai dengan kebutuhan organisasi, muncullah tantangan leadership gap. 

Menurut Center for Creative Leadership (CCL), leadership gap menggambarkan ketidaksesuaian antara kemampuan kepemimpinan saat ini dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tuntutan masa depan.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Mari kita cari tahu bersama-sama.


Definisi Leadership Gap 

Sederhananya, leadership gap merupakan kesenjangan antara kompetensi kepemimpinan yang dimiliki organisasi dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis.

Kesenjangan ini bukan berarti seorang pemimpin tidak kompeten. Masalahnya, kebutuhan organisasi dapat berubah lebih cepat dibandingkan kemampuan kepemimpinan yang tersedia. 

Misalnya, seorang pemimpin mungkin kemampuannya baik dalam mengelola operasional, tetapi belum memiliki kemampuan yang cukup dalam memimpin transformasi digital atau mengelola perubahan.

Business Explained menjelaskan bahwa leadership gap dapat terlihat dari kurangnya kemampuan dalam membangun visi strategis, komunikasi, kecerdasan emosional, adaptasi, hingga pengambilan keputusan.


Alasan Leadership Gap Semakin Menjadi Tantangan 

Ada beberapa perubahan yang membuat kesenjangan kepemimpinan semakin terasa, yakni:

Perubahan Teknologi yang Cepat 

Kemunculan teknologi seperti AI, otomatisasi, analitik data, dan berbagai teknologi digital mengubah cara perusahaan bekerja. 

Pemimpin tidak cukup hanya memahami teknologi secara umum, kita sebagai pemimpin juga harus mampu memimpin proses adopsinya. 

Menurut CCL, perkembangan teknologi sendiri telah mengubah pasar dan cara kerjanya, sementara kemampuan organisasi dalam mempersiapkan pemimpin menghadapi perubahan tersebut belum selalu berjalan dengan kecepatan yang sama. 

Pergeseran Generasi di Dunia Kerja 

Pergantian generasi juga memengaruhi leadership pipeline. Saat pemimpin yang sudah senior memasuki masa pensiun atau meninggalkan organisasi, perusahaan perlu memiliki calon pemimpin yang siap mengambil alih tanggung jawab. 

Tanpa rencana suksesi yang baik, organisasi berisiko kehilangan pengalaman dan pengetahuan penting sekaligus menghadapi kekurangan kandidat untuk posisi strategis.

Kompleksnya Tuntutan Bisnis 

Saat ini, sebagai pemimpin kita harus menghadapi berbagai persoalan secara bersamaan, mulai dari perubahan pasar, teknologi, keberagaman tenaga kerja hingga kebutuhan untuk beradaptasi dengan kondisi yang tidak pasti. 

Taplow Group menyebut kompleksitas tersebut sebagai salah satu faktor yang membuat kebutuhan terhadap kemampuan kepemimpinan semakin beragam.


Bentuk-Bentuk Leadership Gap 

Leadership gap dapat muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Kesenjangan kemampuan strategis, situasi saat pemimpin mampu menjalankan operasional tetapi kesulitan melihat arah bisnis dalam jangka panjang. 
  2. Kesenjangan komunikasi, saat pesan pemimpin tidak tersampaikan dengan jelas sehingga menimbulkan miskomunikasi dan ketidakselarasan dalam tim. 
  3. Kesenjangan digital, ketika pemimpin memahami pentingnya transformasi digital tetapi belum mampu mengarahkan implementasinya.
  4. Kesenjangan emotional intelligence, ketika pemimpin kurang mampu memahami emosi, mengelola konflik, memberikan motivasi, atau membangun hubungan yang sehat dengan anggota tim.
  5. Kesenjangan kemampuan beradaptasi, ketika pemimpin kesulitan merespons perubahan dan cenderung mempertahankan cara kerja lama.


Dampak Leadership Gap dalam Perusahaan 

Dampak Leadership Gap | Image Source: Magnific
Dampak Leadership Gap | Image Source: Magnific

Leadership gap tidak hanya menjadi persoalan HR. Jika dibiarkan, kesenjangan kepemimpinan dapat memengaruhi kinerja organisasi secara lebih luas. Beberapa dampaknya meliputi:

  1. Menurunnya motivasi karyawan.
  2. Meningkatnya turnover, terutama pada karyawan berkinerja tinggi.
  3. Pengambilan keputusan yang lebih lambat.
  4. Terhambatnya inovasi dan perubahan.
  5. Kurangnya arah strategis organisasi.
  6. Munculnya ketidakkonsistenan komunikasi antarbagian.

Taplow Group menyoroti beberapa tanda leadership gap, seperti target yang terus mengalami keterlambatan, turnover karyawan berkinerja tinggi, pesan organisasi yang tidak konsisten, inovasi yang stagnan, serta kegagalan dalam menjalankan inisiatif perubahan.


Cara Mengatasi Tantangan Leadership Gap 

Mengatasi leadership gap membutuhkan pendekatan yang terencana, bukan sekadar mengadakan pelatihan kepemimpinan sesekali. Organisasi dapat memulainya dengan beberapa langkah berikut:

  1. Melakukan leadership assessment untuk memahami dan mengetahui kemampuan pemimpin saat ini serta area yang masih perlu dikembangkan.
  2. Menyusun leadership development program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, bukan menggunakan program yang sama untuk semua pemimpin.
  3. Membangun mentorship dan coaching agar calon pemimpin mendapatkan arahan sekaligus pengalaman langsung.
  4. Menyiapkan succession planning untuk memastikan organisasi memiliki kandidat yang siap mengisi posisi kepemimpinan di masa depan.
  5. Mendorong continuous learning agar pemimpin terus memperbarui pengetahuan dan kemampuannya.
  6. Mengukur perkembangan secara berkala melalui feedback, evaluasi kinerja, engagement, dan indikator bisnis.


Leadership gap pada dasarnya merupakan tanda bahwa kebutuhan organisasi sedang berubah dan kemampuan kepemimpinan perlu ikut berkembang. Untuk itulah dibutuhkan peningkatan skill bagi para pemimpin. 

PasarTrainer mempunyai training leadership berjudul Leadership Mastery: Empower Leader to Drive Change. Salah satu output dari training leadership ini adalah peserta mampu menerapkan pola pikir, mindset, dan menentukan skillset yang dibutuhkan oleh pemimpin ideal untuk mencapai visi.

BACA JUGA: Pentingnya Training Leadership untuk Upskilling Karyawan

Selain training leadership tersebut, PasarTrainer juga memiliki pelatihan lainnya yang masih relevan seperti Leading with Resilience: Building Strength and Agility in Challenging.

Kemudian ada The Empowering Leader: Building Interdependent & High-Skill Teams, Leading Teams with Confidence through Motivation & Competence, dan lain sebagainya. 

Kita bisa cek keseluruhan training leadership pada halaman  Training Leadership & Soft Skills.


Referensi:

https://www.taplowgroup.com/insights/blogs/identifying-and-closing-the-leadership-gap-strategies-for-2026


https://www.ccl.org/articles/leading-effectively-articles/leadership-gap-what-you-still-need/


https://reframepositive.com/tanda-leadership-gap-organisasi/


https://business-explained.com/blog/leadership-gaps-examples-causes-and-how-to-bridge-them/