Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah leadership resilience. Umumnya leader yang memiliki sifat resilience dianggap tahan banting. Benarkah demikian? Mari kita cari tahu bersama-sama apa itu leadership resilience. 

Definisi Leadership Resilience  

Kita coba pahami dulu definisi dari leadership resilience. Jadi leadership resilience adalah keterampilan seseorang yang memimpin untuk melakukan adaptasi dan berkembang pada situasi yang penuh tantangan serta ketidakpastian. 

Pemimpin dengan resilience mampu melakukan pengelolaan tekanan dan mengarahkan tim untuk tetap mencapai tujuan atau targetnya. 

Cakupan kemampuan kepemimpinan resilience adalah mengembangkan mindset yang positif, memiliki kecerdasan emosi, dan mempunyai strategi coping efektif. 

Pemimpin tahan banting atau tangguh tersebut bisa mempertahankan produktivitas tim dan tetap berfokus pada tujuan walaupun banyak rintangan yang harus pimpinan hadapi. 

Para pemimpin yang mempunyai tingkat ketahanan tinggi mendapatkan peringkat efektivitas yang lebih tinggi dari manajer, rekan kerja, dan bawahan langsung mereka. 

Kecerdasan emosional menjadi salah satu prediktor terkuat kinerja. Karyawan yang mempunyai kinerja tinggi, 90 persennya memiliki kecerdasan emosional.


Berbagai Pilar Mewujudkan Leadership Resilience 

Source: Pexels

Penerapan kepemimpinan resilience sangat mungkin dilakukan dengan memahami pilar-pilarnya. Apa saja pilar leadership resilience? Berikut informasinya. 

1. Mempunyai Visi dan Berkomunikasi Secara Efektif 

Di tengah dunia yang penuh dengan tantangan, memiliki kejelasan atau clarity menjadi hal penting. Kejelasan bukan hanya tentang visi, tetapi juga melibatkan komunikasi yang jelas. 

Pemimpin yang bertekad dalam penetapan tujuan dan pengambilan keputusan kolaboratif bisa menciptakan lingkungan dan tim yang berdaya, selaras, serta percaya diri. 

Untuk melakukannya kita bisa mulai bertanya pada diri sendiri, misalnya “apa hal terpenting yang perlu kita fokuskan hari ini? Tindakan atau keputusan apa yang akan membawa kita menuju tujuan?” 

Kita perlu menyelaraskan fokus dengan tim sehingga mereka akan merasa terlibat, termotivasi, dan percaya diri. 

2. Pola Pikir Membingkai Ulang Tantangan 

Pilar kedua pemimpin resilience adalah mampu  membingkai ulang tantangan. Kita harus ingat bahwa tiap pemimpin menghadapi tantangan. Pemimpin yang tangguh memiliki pola pikir dan kemampuan untuk membingkai ulang tantangan tersebut. 

Bukan menghindari masalah, melainkan melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh. Alih-alih bertanya kepada diri sendiri “mengapa ini terjadi?” kita bisa tanyakan “apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini?” 

Adanya perubahan perspektif ini memungkinkan kita untuk melihat tantangan sebagai bagian alami dari kepemimpinan daripada hambatan yang harus diatasi. 

Untuk melakukannya, kita perlu memulai dengan cara memimpin yang merangkul pertumbuhan, membingkai ulang kesulitan, dan menginspirasi orang lain. Pola pikir optimis dan resilience bisa menular kepada anggota tim lainnya. 

3. Kemampuan Membangun Koneksi 

Tidak ada kepemimpinan yang berjalan secara individu. Resilience bisa dibangun melalui hubungan dan komunitas yang kita ciptakan di lingkungan kita. 

Pemimpin yang kuat tahu bagaimana cara membangun koneksi. Baik itu di dalam tim, organisasi, maupun jaringan yang lebih luas. Membangun lingkungan yang suportif menjadi kunci sukses dalam kepemimpinan kita. 

Menciptakan budaya aman secara psikologis sangat penting. Saat anggota tim merasa aman untuk berbagi ide dan membuat kesalahan, maka inovasi bisa berkembang. Namun koneksi tidak hanya terbatas pada tim kita sendiri. 

Para pemimpin juga perlu mengembangkan sistem dukungan mereka sendiri. Misalnya mentor, rekan kerja, atau kolega yang terpercaya. 

Untuk membangun koneksi ini, kita bisa mulai menanyakan pada diri sendiri “siapa orang-orang di sekitar kita yang membantu membangun resilience? Dan bagaimana kita mendukung mereka?”

4. Kemampuan untuk Merawat Kesejahteraan Diri 

Menjadi pemimpin bukan berarti mengabaikan kesejahteraan diri sendiri. Apabila kita kehabisan energi maka kita tidak bisa memimpin secara efektif. Itulah mengapa seorang pemimpin resilience harus mempunyai kemampuan untuk merawat diri. 

Kesadaran tersebut mencakup menyelaraskan diri dengan kebutuhan baik itu fisik, mental, emosional, memberi ruang untuk istirahat, hingga refleksi. 

Para pemimpin yang memprioritaskan perawatan diri tidak hanya bisa memimpin lebih efektif, mereka juga bisa lebih hadir, berempati, dan kreatif. 

Meluangkan waktu untuk mengisi ulang energi bukanlah tanda kelemahan. Itu adalah kekuatan yang memungkinkan kita untuk kembali dengan energi yang lebih banyak dan fokus. 

Untuk melakukannya kita bisa menemukan momen-momen sepanjang hari untuk berhenti sejenak, bernapas, dan memperhatikan diri sendiri. 

Bisa dimulai dari hal kecil. Kesadaran terhadap diri sendiri tidak harus melakukan meditasi berjam-jam. Kadang-kadang hanya tentang mengambil napas dalam-dalam untuk beberapa saat dan mengatur ulang niat kita pada hari itu.


Leadership resilience adalah kemampuan yang tidak berbicara soal mengatasi tantangan tanpa henti. Ini lebih kepada membangun pondasi yang memungkinkan kita untuk berkembang apapun yang terjadi. 

Mengembangkan leadership resilience bisa kita lakukan dengan mengikuti training leadership dari PasarTrainer yang bertajuk Leading with Resilience: Building Strength and Agility in Challenging,

Dengan mengikuti training leadership tersebut kita bisa memahami konsep dan elemen utama kepemimpinan yang resilience, mengidentifikasi sumber dari tekanan profesional maupun pribadi.

Kemudian menerapkan strategi untuk membangun ketahanan tim, hingga menunjukkan kepemimpinan yang tenang di bawah tekanan. 

PasarTrainer juga memiliki program training leadership lainnya. Tinggal mengunjungi All Training Leadership Program agar kita bisa mendapatkan informasi lebih lanjut.


Referensi:

clarityworks.ca - the 4 pillars of resilient leadership building clarity mindset connections and mindful awareness


www.drselhub.com - the pillars of resilient leadership your path to thriving under pressure


www.kpiconsultancy.com - leadership resilience training