Dalam setiap perusahan kita memahami ada dua posisi yang dianggap sama, yaitu supervisor dan manager. Keduanya memang berada di atas staf, tetapi antara supervisor dan manajer memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan yang dimaksud? Mari kita ulas lebih dalam. 

Definisi Supervisor dan Manager 

Kita mulai dulu dari definisi. Untuk posisi supervisor definisinya adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan memberikan arahan kepada karyawan. 

Fokus dari supervisor terdapat pada terlaksananya tugas operasional, memastikan kualitas sesuai dengan standar, dan tercapainya produktivitas. Umumnya supervisor menjadi pemimpin untuk tim yang kecil atau bisa juga unit kerja tertentu. 

Sementara itu untuk manager adalah seseorang yang memimpin tim maupun divisi yang berada di dalam struktur managerial. 

Biasanya manager mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan aktivitas bisnis tim. Termasuk di dalamnya adalah menentukan tujuan, mengidentifikasi karyawan, pengelolaan SDM, hingga tugas yang harus karyawan lakukan.


Perbedaan Lebih Dalam Antara Supervisor dan Manager 

Source: Pexels

Secara umum perbedaan supervisor dan manager terletak dalam tugas harian mereka. Untuk manager mengambil keputusan yang penting. 

Sementara supervisor membuat peraturan yang selaras dengan keputusan manager. Untuk perbedaan lebih dalam berikut mari kita pelajari bersama:

1. Perbedaan dalam Tanggung Jawab 

Dalam hal tanggung jawab supervisor akan mengerjakan tugas harian guna memajukan produksi staf dan departemen bisa mendapatkan kesuksesan. 

Sebagai supervisor kita harus memahami semua tugas karyawan yang bekerja dengan kita, dampak kinerja kepada perusahaan, dan jumlah pekerjaan yang harus dilakukan. 

Sementara itu untuk tanggung jawab manager adalah memberikan instruksi kepada supervisor. Tujuannya memberikan penilaian kinerja kepada tiap karyawan setelah feedback mengenai kinerja sudah diberikan. 

Nah, manager dan supervisor akan membahas kinerja karyawan dan departemennya. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan peninjauan kinerja. 

Dari pertemuan tersebut, manager akan meminta tolong supervisor menyoroti status dari departemen. Apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan atau belum. 

2. Perbedaan dalam Tingkat Otoritas 

Manager menempati posisi struktur umum perusahaan dengan tingkat otoritas yang lebih tinggi daripada supervisor. 

Kita sebagai supervisor akan memberikan laporan kepada manager mengenai perkembangan layanan, produk, hingga karyawan yang sedang bekerja di bawah pengawasan supervisor. 

Umumnya perusahaan akan menunjuk lebih dari satu supervisor untuk melakukan pelaporan kepada manager. 

Selain itu, manager punya wewenang untuk melakukan promosi karyawan menjadi supervisor apabila kualitas kerjanya baik. 

3. Perbedaan dalam Tujuan 

Tujuan utama dari manager adalah mengembangkan strategi yang bisa mendukung strategi besar perusahaan. Strategi tersebut dirancang agar keuntungan dan keberlanjutan jangka panjang bisa tercipta. 

Seorang manager juga melakukan penilaian strategi yang sudah kita usulkan tadi. Sekaligus memberikan gambaran secara umum terkait manfaat dan risikonya. 

Maka dari itu keberhasilan strategi berkaitan erat dengan kinerja tim. Sebagai seorang manager, kita harus bisa memastikan sumber daya yang sudah tersedia kita gunakan secara benar dan sebagaimana mestinya. 

Sementara itu untuk supervisor mempunyai fokus untuk memaksimalkan kinerja karyawan. 

Dengan demikian kita sebagai supervisor harus berupaya untuk membangun komunikasi jelas, efektif, dan memberikan arahan kepada karyawan terkait tugas yang harus dikerjakan. 

Selain itu, supervisor juga melakukan tugas untuk melatih karyawan sehingga tugas dapat karyawan selesaikan secara efisien. 

4. Perbedaan dalam Gaji 

Posisi manager umumnya mendapatkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan supervisor. Ini karena manager mempunyai banyak tanggung jawab jika dibandingkan dengan supervisor. 

Sementara itu supervisor perannya lebih terspesialisasi karena bekerja secara eksklusif bersama karyawan. Namun supervisor tetap mendapatkan gaji lebih besar daripada karyawan lain. 

5. Perbedaan Mendapatkan Posisi Supervisor vs Manager 

Agar kita bisa menjadi supervisor maka kita harus bisa memberikan kinerja yang bagus. Selain kinerja, kita juga harus menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan. Umumnya sebelum menjadi supervisor, kita diharapkan bekerja setidaknya 2 tahun. 

Kemudian, kita juga harus mempunyai pengalaman kerja yang banyak. Umumnya seorang karyawan akan dipromosikan terlebih dahulu ke supervisor. 

Kemudian setelah bekerja kurang lebih selama 3 tahun dan melaksanakan rangkaian tertentu, maka kita bisa diangkat menjadi seorang manager. 

Rangkaiannya sendiri umumnya berupa wawancara bersama HRD, mengerjakan tes, hingga wawancara dengan dewan direksi.


Untuk L&D perusahaan dan kita sebagai karyawan yang ingin upskilling atau ingin naik jabatan tidak ada salahnya mengikuti corporate training yang diadakan oleh PasarTrainer untuk menambah pengetahuan serta menguatkan persiapan. 

Corporate training tersebut bertajuk Basic Leadership for Supervisor. Dengan mengikuti corporate training tersebut kita bisa mendapatkan penjelasan terkait definisi, gaya kepemimpinan, hingga peran supervisor. 

Kemudian mengetahui penerapan kemampuan dan strategi penyelesaian masalah, penerapan komunikasi yang efektif, pentingnya membangun koneksi, hingga demonstrasi dasar kepemimpinan supervisor. 

Tidak hanya itu, PasarTrainer juga menyediakan berbagai jenis corporate training lainnya yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan kita dan perusahaan.


Referensi:

presenta.co.id - supervisor vs manager


glints.com - perbedaan manajer dan supervisor


blog.skillacademy.com - perbedaan supervisor dan manajer


kelas.work - perbedaan supervisor dan manager


dealls.com - skill yang diperlukan untuk menjadi supervisor