Dalam manajemen proyek ketepatan waktu menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu pekerjaan.
Untuk memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai jadwal, maka diperlukan metode perencanaan yang mampu mengidentifikasi aktivitas paling krusial yang dapat berpengaruh terhadap durasi penyelesaian proyek.
Baca Juga: Kenali! 5 Metode dalam Project Management Terpopuler yang Bantu Maksimalkan Pekerjaan
Salah satu metode yang cukup banyak digunakan adalah Critical Path Method atau CPM. Apa itu CPM dan bagaimana penerapannya? Pentingkah masuk sebagai salah satu pelatihan untuk karyawan dalam topik training project management? Mari kita cari tahu jawabannya.
Memahami Critical Path Method atau CPM
Kita awali pemahaman mengenai CPM ini dengan mengetahui definisinya. Jadi CPM merupakan suatu teknik yang memungkinkan kita untuk melakukan identifikasi pekerjaan yang perlu dilakukan dalam implementasi proyek.
Lebih mudahnya begini, CPM memiliki definisi sebagai jarak antara titik kita mulai dan titik kita menyelesaikan suatu proyek. Di dalam CPM terdapat tugas dan durasi.
Dengan penerapan CPM maka dapat membantu kita menyelesaikan suatu tugas tepat waktu. Selain itu, CPM juga membantu kita menentukan pekerjaan yang bersifat krusial, identifikasi berdasarkan tingkat urgensi, dan menghitung durasi.
Alasan Critical Path Method (CPM) Masuk Training Project Management
Ada berbagai alasan yang membuat Critical Path Method atau CPM ini penting masuk sebagai salah satu pelatihan untuk karyawan. Tidak hanya untuk karyawan, penerapan CPM ini juga bisa memberikan banyak manfaat untuk perusahaan kita. Berikut beberapa di antaranya:
- CPM bisa kita gunakan sebagai pembanding ekspektasi dengan progres secara real atau aktual. Data yang kita gunakan dari proyek sekarang akan memberitahu kita terkait rencana proyek di masa depan.
- Penerapan CPM juga akan membantu project manager dalam memprioritaskan suatu tugas, lebih paham cara dan juga tempat menerapkan berbagai sumber daya.
- Menghindari adanya penghambat yang bisa menyebabkan waktu berharga hilang.
Berbagai Tipe dalam Critical Path Method (CPM)
Critical Path Method atau CPM tidak terbatas dalam satu tipe. Ada berbagai cara yang umum digunakan dalam memberikan pekerjaan proyek. Berikut tipe-tipenya:
- Work breakdown structure yang menggunakan mapping tree yang bertujuan untuk menjelaskan hierarki penyelesaian tugas. Lalu, tugas-tugas tersebut dipecah menjadi tugas individu.
- Activity-on-node diagram untuk menunjukkan tiap tugas dengan memperhatikan workflow yang saling terhubung pada tiap prosesnya.
- Project Evaluation and Review Technique (PERT) yang memperbolehkan pembagian tugas berdasarkan timeline saja.
- Flowchart terdiri dari langkah yang menunjukkan proses penyelesaian tugas. Biasanya tipe ini digambarkan dengan panah-panah sebagai petunjuk langkah pengerjaan.
Penerapan Critical Path Method (CPM) dalam Proyek

Dalam menerapkan CPM kita harus memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Mengidentifikasi Pekerjaan yang Dibutuhkan
Langkah pertama, kita perlu melakukan penyusunan daftar tugas dan aktivitas yang harus dikerjakan agar suatu proyek bisa terselesaikan dengan baik.
Langkah ini dikenal juga sebagai struktur rincian kerja. Kita bisa membuat work breakdown structure untuk membantu menjelaskan pekerjaan yang harus dikerjakan dan juga susunannya.
2. Menentukan Urutan Pekerjaan atau Tugas
Karena ada beberapa tugas, maka mengurutkan pekerjaan sangat diperlukan. Caranya dilihat dari urgensi dari berbagai tugas tersebut. Langkah ini memastikan agar satu tugas tidak tumpang tindih dengan tugas lainnya.
Baca Juga: Atur Waktu & Prioritas di Dunia Kerja dengan Cara Ini! Kerja Makin Produktif
3. Membuat Estimasi Durasi Tiap Pekerjaan
Setelah itu, kita membuat estimasi untuk tiap pekerjaan. Caranya dengan menghitung adanya kemungkinan masalah dan penundaan tugas. Mengapa perlu? Agar timeline dari proyek dapat selesai sesuai batas waktu.
4. Membuat Diagram Network
Dalam langkah ini, kita perlu merangkum dan diterapkan dalam activity network diagram. Isi dari diagram tersebut antara lain capaian yang perlu diraih, urutan, durasi, sampai dependensi tugas.
5. Mengidentifikasi Critical Path
Saat diagram pada poin 4 berhasil kita buat, maka kita akan melihat waktu dan durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.
Jangan lupa untuk melakukan identifikasi critical path lainnya. Adanya critical path bisa menyebabkan perubahan jadwal dan bahkan strategi.
6. Melakukan Monitoring
Langkah terakhir, kita perlu terus melakukan pemantauan diagram network dan jika perlu memperbarui tiap kali suatu tugas selesai.
Pada langkah ini, kita juga bisa melakukan evaluasi terkait apa saja yang harus ditingkatkan agar proyek bisa sukses. Misalnya penambahan durasi.
Membaca berbagai manfaat Critical Path Method (CPM) menegaskan bahwa metode tersebut perlu masuk dalam salah satu topik pelatihan untuk karyawan.
Training project management tersebut bisa kita dapatkan dari PasarTrainer. Ada berbagai topik training project management.
Beberapa di antaranya ada Certified Associate in Project Management (CAPM), Lean Six Sigma White Belt Training, Project Management 101, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Pentingnya Training Project Management untuk Meningkatkan Kinerja Tim
Selain itu, PasarTrainer juga siap menjadi partner kita untuk meningkatkan kemampuan karyawan melalui program Corporate Solutions.
Program tersebut terdiri dari in-house program, public program, educational outing/meeting, Training Management Service (TMS), coaching & mentoring, learning festival & speakers. Kita bisa memilih program berdasarkan kebutuhan karyawan.
Referensi:
prasmul-eli.co - Critical Path Method: Arti Tipe Cara Identifikasi Kelebihan dan Kekurangannyaasana.com - critical path method
accurate.id - critical path method
dealls.com - critical path method adalah

