Keterampilan analis kredit termasuk kemampuan yang berkaitan dengan keuangan, akuntansi, dan ekonomi. Banyak industri mengandalkan analis kredit untuk mengevaluasi dan menganalisis data keuangan tentang latar belakang klien sebelum mengambil keputusan terkait pemberian kredit. Oleh karena itu, tugas credit analyst tidak hanya berkaitan dengan menghitung angka, tetapi juga menilai kondisi keuangan, mengidentifikasi risiko kredit, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisis.
Seorang analis kredit menginterpretasikan angka dan data menggunakan keterampilan observasi yang kuat serta perhatian terhadap detail. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, seseorang dengan profesi credit analyst juga perlu memahami kondisi bisnis, karakteristik industri, hingga keuangan calon debitur.
12 Keterampilan dan Tugas Credit Analyst yang Penting Dikuasai
Keterampilan ini biasanya banyak dibutuhkan dan penting bagi industri perbankan, lembaga keuangan, maupun perusahaan pembiayaan yang perlu memastikan kelayakan pengajuan kredit sebelum mengambil keputusan.
Berikut 12 keterampilan penting yang mendukung tugas credit analyst dalam melakukan analisis kredit:
1. Keterampilan Akuntansi
Latar belakang akuntansi biasanya menjadi salah satu bekal penting dalam menjalankan tugas credit analyst. Seorang analis kredit perlu memahami laporan keuangan, melakukan perhitungan dasar, serta meninjau berbagai informasi keuangan yang berkaitan dengan calon debitur.
Dalam praktiknya, seorang analis kredit dapat melakukan tugas seperti meninjau neraca, laporan laba rugi, arus kas, dan berbagai data keuangan lainnya. Pemahaman terhadap terminologi ekonomi, bisnis, dan keuangan juga diperlukan untuk membantu proses analisis.
Sebagian besar credit analyst memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan, akuntansi, ekonomi, manajemen risiko, atau bidang terkait lainnya. Namun, kemampuan tersebut juga dapat dibangun melalui pengalaman kerja dan pelatihan yang relevan dengan analisis kredit.
2. Pengetahuan Tentang Industri
Untuk membuat penilaian dan rekomendasi yang tepat, analis kredit perlu memahami industri tempat calon debitur beroperasi. Setiap industri memiliki karakteristik, tantangan, siklus bisnis, dan tingkat risiko yang berbeda.
Pengetahuan industri membantu analis memahami apakah kondisi keuangan suatu perusahaan tergolong wajar dibandingkan dengan kondisi bisnis dan standar industrinya.
Karena itu, salah satu tugas credit analyst adalah terus memperbarui pengetahuan mengenai industri yang dianalisis. Dengan pemahaman tersebut, analyst memiliki dasar yang lebih kuat dalam menilai kondisi bisnis dan potensi risikoyang mungkin muncul.
Pelajari Credit Analysis untuk Korporasi dan Proyek
3. Kemampuan Berkomunikasi
Kemampuan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam tugas credit analyst. Hasil analisis kredit perlu dituangkan dalam laporan yang jelas agar dapat dipahami oleh pihak yang akan mengambil keputusan.
Analis kredit juga dapat berkomunikasi dengan manajemen perusahaan, calon debitur, maupun pihak internal lainnya untuk memperoleh informasi tambahan dan menjelaskan hasil analisis.
Kemampuan komunikasi yang baik membantu analyst menyampaikan kondisi keuangan dan risiko kredit secara objektif, termasuk ketika menemukan informasi yang membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.
4. Penyelesaian Masalah
Dalam menjalankan tugas credit analyst, tidak semua informasi yang diperoleh selalu lengkap atau mudah dianalisis. Analis mungkin menemukan ketidaksesuaian data, penurunan kinerja keuangan, atau kondisi bisnis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, kemampuan pemecahan masalah dibutuhkan untuk mencari penyebab suatu permasalahan dan menentukan langkah analisis berikutnya.
Analis yang mampu menyelesaikan masalah dengan baik dapat membantu perusahaan memahami kondisi calon debitur sekaligus mengidentifikasi potensi risiko sebelum keputusan kredit dibuat.
5. Pengetahuan Dalam Analisis Risiko
Analisis risiko merupakan salah satu bagian penting dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai credit analyst. Analis perlu mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi kemampuan calon debitur dalam memenuhi kewajibannya.
Dalam proses tersebut, analis dapat menilai kondisi bisnis, arus kas, kemampuan membayar, kondisi industri, serta faktor eksternal lainnya.
Pemahaman terhadap analisis risiko membantu analis memberikan gambaran mengenai risiko kredit kepada pihak yang berwenang mengambil keputusan. Semakin baik kemampuan dalam mengidentifikasi risiko, semakin komprehensif pula hasil analisis yang dapat diberikan.
6. Keterampilan Investigasi
Salah satu tugas credit analyst adalah mengumpulkan dan memverifikasi informasi dari calon debitur. Data yang diberikan dalam proses pengajuan kredit perlu ditinjau agar analis memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi calon debitur.
Analis dapat memeriksa dokumen keuangan, informasi bisnis, dokumen pendukung, maupun sumber informasi lainnya. Proses ini membutuhkan ketelitian karena keputusan kredit dapat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang digunakan dalam analisis.
Misalnya, pada industri real estate, analis kredit dapat mengumpulkan berbagai dokumen dan informasi untuk memahami kemampuan calon debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran.
7. Analisis Matematika Dan Data Finansial
Tugas credit analyst sangat erat kaitannya dengan angka dan data finansial. Analis perlu mampu membaca, mengolah, serta menginterpretasikan berbagai informasi keuangan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi calon debitur.
Salah satu aspek yang penting adalah memahami rasio keuangan, seperti rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, maupun rasio lainnya yang relevan dengan kebutuhan analisis.
Kemampuan matematika dan pengolahan data juga membantu analis melakukan perhitungan serta membandingkan berbagai indikator keuangan. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan atau individu dalam memenuhi kewajiban kredit.
8. Berpikir Analitis Dan Kritis
Kemampuan berpikir analitis dan kritis merupakan bagian penting dari tugas credit analyst. Analis tidak cukup hanya membaca angka, tetapi perlu memahami apa yang ada di balik angka tersebut.
Misalnya, peningkatan pendapatan belum tentu menunjukkan kondisi keuangan yang semakin sehat jika pada saat yang sama utang atau beban perusahaan meningkat secara signifikan.
Karena itu, analyst memiliki peran untuk melihat informasi dari berbagai sudut pandang, membandingkan alternatif, menguji asumsi, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum memberikan rekomendasi.
Kemampuan berpikir kritis juga membantu analis menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada satu indikator keuangan.
9. Keterampilan Manajemen Data
Sebagian besar tugas credit analyst melibatkan pengelolaan data dalam jumlah besar. Data tersebut dapat berasal dari laporan keuangan, dokumen pengajuan kredit, hasil verifikasi, hingga informasi pendukung lainnya.
Analis perlu dapat menyimpan, mengorganisasi, memeriksa, dan mengelola informasi tersebut secara sistematis. Pengelolaan data yang baik membantu mengurangi kesalahan dan memudahkan proses analisis maupun peninjauan kembali.
Kemampuan ini juga penting ketika analis perlu membandingkan data dari beberapa periode atau beberapa calon debitur sekaligus.
10. Analisis Investasi
Pengetahuan mengenai analisis investasi dapat mendukung tugas credit analyst, terutama ketika analis perlu memahami bagaimana suatu perusahaan mengelola dan menggunakan sumber daya keuangannya.
Analis dapat mempertimbangkan berbagai faktor seperti tingkat pengembalian investasi, kondisi pasar, dampak inflasi, serta tingkat risiko yang berkaitan dengan suatu investasi.
Pemahaman tersebut membantu analis memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai kondisi keuangan perusahaan dan bagaimana keputusan investasi dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kredit.
11. Keterampilan Penganggaran
Salah satu tugas credit analyst adalah menilai kondisi keuangan dan kemampuan pembayaran calon debitur, termasuk melalui proyeksi keuangan.
Untuk melakukan hal tersebut, analis perlu memahami cara menyusun dan membaca anggaran berdasarkan asumsi pendapatan, pengeluaran, tren bisnis, serta kondisi pasar.
Anggaran dan proyeksi keuangan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan di masa mendatang. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai kemampuan calon debitur untuk memenuhi kewajiban kreditnya.
12. Melakukan Audit
Audit dan pemeriksaan data merupakan kemampuan yang juga dapat mendukung tugas credit analyst. Proses pemeriksaan membantu memastikan bahwa informasi yang digunakan dalam analisis memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Analis perlu memperhatikan kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara dokumen, data keuangan, dan informasi yang diberikan oleh calon debitur.
Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan yang lebih mendalam diperlukan ketika terdapat informasi yang tidak konsisten atau indikasi potensi risiko yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Kemampuan melakukan pemeriksaan secara sistematis membantu analis menyusun analisis yang lebih akurat sebelum memberikan rekomendasi terkait kelayakan pengajuan kredit.
Kesimpulan
Tugas credit analyst mencakup lebih dari sekadar membaca laporan keuangan dan menghitung angka. Seorang credit analyst perlu menggabungkan kemampuan akuntansi, analisis data, komunikasi, investigasi, manajemen risiko, hingga berpikir kritis untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi calon debitur.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting bagi bank, lembaga keuangan, dan perusahaan pembiayaan yang perlu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Dengan memahami kondisi keuangan, rasio keuangan, karakteristik industri, serta berbagai potensi risiko, analis dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara lebih terstruktur.
BACA JUGA: Pentingnya Pelatihan untuk Karyawan di Industri Perbankan
Untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang credit analysis, Anda dapat mengikuti program pelatihan yang membahas teknik analisis kredit secara lebih mendalam, mulai dari pemahaman laporan keuangan hingga penilaian risiko kredit.
Temukan Training Credit Analysis dari PasarTrainer dan kembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas credit analyst secara lebih efektif.
Referensi:
Fitriadi, F. (2023). Analisis Kredit: Definisi, Tujuan, Dan Prinsip-Prinsipnya. Kreditpedia. Diakset dari: https://www.kreditpedia.net/analisis-kredit/
GTI. (2023). Credit Analyst: Job Description. Target Jobs. Diakses dari: https://targetjobs.co.uk/careers-advice/job-descriptions/credit-analyst-job-description
Ibnu. (2022). Analis Kredit dan Tanggung Jawab Pekerjaannya. Accurate. Diakses dari: https://accurate.id/ekonomi-keuangan/analis-kredit/
Indeed Editorial Team. (2023). 16 Essential Credit Analyst Skills (Plus Common Job Duties). Indeed. Diakses dari:
https://sg.indeed.com/career-advice/career-development/credit-analyst-skills
Jusuf, J. (2014). Analisis Kredit Untuk Credit (Account) Account Officer. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Morah, C. (2022). Analyzing a Career in Credit Analysis. Career Advice. Diakses dari: https://www.investopedia.com/articles/financial-careers/09/career-credit-analysis-analyst.asp
Redaksi OCBC NISP. Analisis Kredit Adalah: Definisi, Tujuan, Aspek & Contohnya. OCBC NISP. Diakses dari:
https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/11/15/analisis-kredit-adalah

