Untuk menciptakan tenaga kerja yang bahagia dan produktif, manajer training harus memberikan kesempatan untuk pelatihan dan pertumbuhan lebih lanjut. Sayangnya, terlalu banyak manajemen karyawan yang mengabaikan pelatihan karena dianggap membosankan atau tidak perlu.

Cek Disini Management Training untuk Perusahaan Anda

Faktanya, pelatihan karyawan bisa jadi membosankan, terutama jika jenis pelatihan yang dilakukan salah atau tidak sesuai dengan topik atau masalah yang sedang ditangani. Dengan menyesuaikan jenis pelatihan karyawan dengan kebutuhan karyawan dapat memastikan mereka menerima informasi yang mereka butuhkan, dalam format yang paling sesuai. Berikut ini merupakan 10 metode management training agar tepat sasaran dan tidak membosankan.

1. Pelatihan Dipimpin Instruktur

Management training melalui pelatihan yang dipimpin instruktur adalah jenis pelatihan karyawan tradisional yang terjadi di ruang kelas, dengan seorang guru yang menyajikan materi. Pelatihan dengan model ini bisa menjadi metode pelatihan karyawan yang sangat efektif, terutama untuk topik yang kompleks. Instruktur dapat menjawab pertanyaan karyawan tertentu atau mengarahkan mereka ke sumber daya lebih lanjut. Mereka juga memungkinkan instruktur yang sangat terampil untuk mencocokkan tingkat dan gaya pelatihan dengan karyawan di ruangan itu.

2. e-Learning

e-Learning bergantung pada video online, tes, dan kursus untuk memberikan pelatihan bagi karyawan. Karyawan dapat melakukan pelatihan tepat di telapak tangan mereka dengan smartphone atau di komputer perusahaan mereka. Ini adalah salah satu jenis management training termudah untuk diluncurkan ke populasi yang lebih besar, terutama bagi karyawan yang jauh atau memiliki tingkat perputaran tinggi. Dengan permainan interaktif, tes, video, aktivitas, atau bahkan komponen gamified, ini juga dapat membuat karyawan perusahaan tetap terlibat dalam pelatihan. Tentu e-Learning juga memiliki tantangan tersendiri. Tanpa strategi desain instruksional yang solid di belakangnya, grafik dan visual yang membuat e-Learning menyenangkan juga bisa membuatnya menarik perhatian atau cepat ketinggalan zaman.

3. Simulasi Pelatihan Karyawan

Management training melalui pelatihan simulasi paling sering diberikan melalui perangkat komputer, augmented, atau virtual reality. Terlepas dari biaya awal untuk memproduksi perangkat lunak atau teknologi tersebut, pelatihan simulasi dapat menjadi pilihan yang diperlukan bagi karyawan di bidang yang berisiko atau berisiko tinggi. Contohnya adalah pelatihan simulasi untuk pilot, pelaut atau dokter. Jenis pelatihan karyawan ini juga sangat efektif dan andal, memungkinkan karyawan untuk maju secara konsisten dan dengan kecepatan mereka sendiri. Selain itu, dengan peralatan simulasi juga akan memberikan rasa puas bagi karyawan dan menghilangkan rasa bosan atau jenuh yang mereka alami.

4. Pelatihan Langsung

Pelatihan langsung mencakup pelatihan pengalaman apa pun yang berfokus pada kebutuhan individu karyawan. Hal ini dilakukan langsung di tempat kerja. Pelatihan langsung dapat membantu karyawan menyesuaikan dengan sempurna peran mereka yang akan datang atau saat ini, sekaligus meningkatkan keterampilan yang dimiliki. Ini adalah metode management training yang mengintensifkan waktu, namun paling baik digunakan bila ada cukup sumber daya yang tersedia untuk mendukung karyawan selama program berlangsung.

5. Coaching Atau Mentoring

Pembinaan atau pendampingan dapat berbagi kualitas yang serupa dengan pelatihan langsung. Namun dalam jenis management training karyawan ini, fokusnya terdapat pada hubungan antara karyawan dan profesional yang lebih berpengalaman, seperti penyelia, pelatih, atau karyawan veteran mereka. Gaya mentoring satu-satu menciptakan hubungan antara karyawan yang jauh melampaui pelatihan. Ini juga memungkinkan karyawan untuk mengajukan pertanyaan yang mungkin tidak nyaman mereka tanyakan di ruang kelas. Metode pelatihan ini dapat dilakukan secara langsung atau virtual, melalui sesi pelatihan online.

6. Pelatihan Gaya Kuliah

Penting untuk mendapatkan potongan besar informasi bagi populasi karyawan yang besar. Management training dengan menerapkan metode pelatihan gaya kuliah dapat menjadi sumber yang tak ternilai untuk mengkomunikasikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat pada karyawan di suatu perusahaan.

7. Diskusi Dan Kegiatan Kelompok

Untuk kelompok karyawan yang tepat, diskusi dan aktivitas kelompok dapat memberikan pilihan pelatihan yang sempurna. Ini memungkinkan banyak karyawan untuk berlatih sekaligus, dalam lingkungan yang lebih sesuai dengan departemen atau grup mereka saat ini. Diskusi dan kegiatan ini dapat dipimpin oleh instruktur atau difasilitasi oleh petunjuk online yang kemudian ditinjau oleh penyelia. Jenis management training ini paling baik digunakan untuk perusahaan yang memerlukan pendekatan kolaboratif pada masalah yang kompleks.

8. Bermain Peran

Serupa dengan diskusi kelompok, management training dengan permainan peran secara khusus meminta karyawan untuk mengerjakan satu aspek pekerjaan mereka dalam skenario yang terkendali. Mereka akan diminta untuk mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda dan berpikir sendiri saat mengerjakan aktivitas bermain peran. Seperti kegiatan kelompok lainnya, permainan peran sangat efektif tetapi mungkin tidak diperlukan untuk topik sederhana dan terus terang atau gamblang agar karyawan mencari tahu dan mengenali sendiri permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini juga membutuhkan lebih banyak waktu karyawan, berpotensi mengambil waktu dari seluruh departemen saat mereka menjalani pelatihan.

9. Kegiatan Khusus Manajemen

Kegiatan khusus manajemen adalah pelatihan karyawan yang berfokus pada kebutuhan manajer. Hal ini termasuk simulasi, kegiatan curah pendapat, latihan membangun tim, permainan peran, atau eLearning yang terfokus pada praktik terbaik manajemen. Singkatnya, management training semacam ini dapat mencakup berbagai jenis pelatihan, dan sangat penting untuk mempertimbangkan kebutuhan tambahan manajer perusahaan secara terpisah dari sisa populasi karyawan yang ada. Dengan cara ini maka dasar yang para karyawan butuhkan untuk mendukung aktivitas pekerjaan mereka terpenuhi dengan baik.

10. Studi Kasus Atau Bacaan Wajib Lainnya

Terakhir, untuk dapat memberikan cara cepat bagi karyawan untuk belajar tentang masalah di tempat kerja yang sebenarnya, maka management training perlu mengadakan pelatihan melalui studi kasus. Karyawan dapat membaca ini dengan kecepatan mereka masing-masing, atau saat bekerja dalam sesi membangun tim dengan karyawan lain. Studi kasus adalah pilihan yang bagus untuk topik terfokus, tetapi topik yang lebih kompleks kemungkinan akan membutuhkan jenis pelatihan karyawan yang lebih maju.

REFERENSI

Amalia, S. (2022). Pentingnya Manajemen Training dalam Meningkatkan Kualitas Karyawan Perusahaan. Business Tech. Diakses dari: https://www.hashmicro.com/id/blog/manajemen-training/

Bleich, C. (nd). Top 10 Types of Employee Training Methods. Edgepoint Learning. Diakses dari: https://www.edgepointlearning.com/blog/top-10-types-of-employee-training/

Hayati, N., & Yulianto, E. (2021). Efektivitas Pelatihan Dalam Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia. Jurnal Civics and Social Studies, 5(1), 98-115. https://doi.org/10.31980/civicos.v5i1.958

He, G. (2022). 17 Best Management Training Programs. Teambuilding. Diakses dari: https://teambuilding.com/blog/management-training-programs