-

Tidak Stres Dalam Krisis

Program detail

Program summary

Suitable for

Trainer

Syllabus

Class review

Program summary

"Bonus Buku Manajemen Agar Tidak Stres oleh peyusun buku: Ludwig Suparmo Penerbit: Campustaka; bagi semua peserta online training dalam kolaborasi dengan PasarTrainer"

Di waktu dunia diterpa Pandemi Covid-19, Lock Down menimbulkan komunikasi elektronik menjadi sangat berperan. Dalam komunikasi daring itu seorang mahasiswi S3 mempertahankan desertasinya (di tahun 2020), di mana dia menyertakan sumber pustaka dari pemikiran Max Weber yang dikutip oleh Olivier Galland dan Yannick Lemel, dalam buku mereka: “Tradition vs Modernity (2008).” Tidak disangka bahwa pengertian “tradition versus modernity”, sangat tepat dalam masa sekarang dimana Weber mengungkapkan “rasionalisasi dunia” yang menentang perilaku traditional. Bayangkan, pemikiran Weber itu dibahas pada tahun 1900an, yang ternyata menjadi sangat bermakna di tahun 2020 - 2021 ini. Bahasan akademik seorang budayawan, ahli filsafat yang juga mendalami ilmu politik ekonomi yang menggabungkan ekonomi-sosiologi dengan sosiologi-agama, Maximilian Karl Emil Weber; (21 April 1864 – 14 Juni 1920) itu merupakan salah satu analisis referensi pokok bahasan yang sangat berarti. Max Weber, yang pada akhir hayatnya diterpa gangguan mental (salah satu sebab dari perselisihannya yang berlarut-larut dengan putranya), rupanya tidak sanggup mengatasi stres yang menyebabkan depresi berat. Tugasnya sebagai profesor berkali-kali harus diputus-dan-disambung kembali, kemudian berakhir dalam depresi berat, nervus terus menerus dan insomnia (tidak dapat tidur).

DESKRIPSI

“Saya sedang stres, susah konsentrasi.” Kerabat kerja lain ada yang mengeluh: “Gue lagi stres, nggak bisa kerja, nih!” Atau ada kalanya suasana menjadi murung, terasa diliputi awan gelap. Juga kita dengar: “Jangan tambah beban, bikin stres!” Ucapan demikian sering sekali kita dengar; sering pula kita mendapat empati teman: “Tidak usah dipikirin, ntar stres! Sudahlah lupakan peristiwa tadi, supaya jangan stres!” Sebenarnya kita mengerti bahwa stres adalah sesuatu yang negatif, sesuatu yang kita rasakan mengganggu dalam diri sendiri. Kitapun sadar bahwa stres itu membawa akibat yang tidak baik, bukan hanya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan, tetapi ada juga yang menjadi pusing, mual, sakit perut, diare, hingga sebaliknya maunya makan camilan terus; dengan akibat menambah berat badan, tekanan darah naik, dan imbas kesehatan tubuh lainnya.

Mudah menganjurkan teman: “Jangan stres.” Namun sesungguhnya bagaimana?

Dihadapkan masalah stress, nervous, insomnia dan depressi seorang senior bangsa Indonesia (berumur 80 tahun) siap membagi pengalaman praktis-akademik bagi mereka yang minat mengkuti bahasan ”Agar Tidak Stres”. Nara sumber ini sembuh dari kanker prostat, ditangani oleh seorang dokter ahli urologi dan seorang dokter ahli radioterapi bersama team perawat dan ahli fisika medik di RS di Jakarta - puji Tuhan, alhamdulillah - sudah 12 (dua belas) tahun yang lalu disembuhkan total, sekarang dikaruniai kesehatan sempurna untuk siap berbakti bagi SDM Maju. Praktisi dalam ilmu komunikasi mengikuti terus perkembangan kemajuan teknologi, ilmu psikologi dan perubahan budaya dunia. “Ilmu dan pengalaman haruslah dibagikan dan diteruskan kepada siapapun yang membuka diri”.

TUJUAN PELATIHAN: AGAR TIDAK STRES

Pelatihan selama 4 (empat) jam diharapkan dapat membantu masing-masing kita dan juga seluruh organisasi dalam satu kelompok kerja agar memahami apa itu stressor, apa akibat negatifnya, bagaimana mengelola dalam konteks manajemen komunikasi organisasi, bagaimana menolong diri sendiri dengan pendekatan komitmen, konsentrasi dan ketangguhan menghadapi tantangan (menjalani “3-K”) sesuai kaidah psikologis faham Timur.

In-house

Leadership & Soft-skills

http://res.cloudinary.com/https-www-pasartrainer-com/image/upload/v1683137019/prod/program/evfgvmcckrnfbheyfi51.jpg

Tidak Stres Dalam Krisis

Rp 2.000.000

Level

Basic

Delivery method

Online

Duration training

8 hours x 1 day