Dalam dunia kerja, kebutuhan akan pengembangan keterampilan semakin meningkat. Banyak perusahaan kini memasukkan workshop sebagai bagian dari program pelatihan internal.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan workshop, dan mengapa format pelatihan ini semakin populer? Untuk memahami hal tersebut, kita perlu melihat bagaimana workshop berfungsi sebagai sarana belajar yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung.
Mengapa Workshop Penting dalam Pengembangan SDM?
Karyawan seringkali membutuhkan ruang belajar yang memungkinkan mereka mencoba, bereksperimen, dan mempraktikkan keterampilan secara langsung. Workshop adalah metode yang memenuhi kebutuhan tersebut.
Berbeda dengan pelatihan yang bersifat ceramah, workshop melibatkan partisipasi aktif sehingga peserta belajar lebih cepat dan lebih efektif.
Workshop menjadi jembatan antara teori dan penerapannya di tempat kerja. Kita juga dapat melihat workshop sebagai ruang kolaborasi dimana peserta dapat belajar dari fasilitator sekaligus dari pengalaman peserta lainnya.
Apa Itu Workshop?
Workshop adalah sesi pelatihan intensif yang berfokus pada satu keterampilan atau topik tertentu. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melakukan praktik secara langsung. Dengan pendekatan ini, workshop menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam karena peserta terlibat secara aktif.
Format workshop biasanya melibatkan diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, dan latihan praktik. Pendekatan ini membantu peserta memahami konteks nyata dari keterampilan yang dipelajari.
Manfaat Workshop Bagi Perkembangan Perusahaan
Ada banyak sekali manfaat workshop, terutama bagi perkembangan perusahaan itu sendiri. Di antara manfaatnya adalah:
1. Pelatihan Membantu Karyawan Mudah Memahami Sesuatu
Keunggulan utama workshop adalah fokus pada praktik. Ketika kita belajar sambil melakukan, informasi lebih mudah dipahami dan diingat. Dengan kata lain, workshop mengurangi kesenjangan antara teori dan aplikasi.
Misalnya, dalam workshop tentang public speaking, peserta langsung diminta mencoba berbicara di depan kelompok kecil, bukan hanya mempelajari tekniknya melalui materi.
Pendekatan ini membantu peserta mendapatkan pengalaman langsung yang relevan dengan pekerjaan mereka.
2. Cocok untuk Berbagai Tingkatan Karyawan
Workshop dapat dirancang untuk berbagai level, mulai dari staf hingga manajerial. Format ini fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Untuk level staf, workshop bisa berfokus pada keterampilan teknis, seperti Excel atau data analysis. Sedangkan untuk level manajer, workshop lebih cocok membahas leadership, decision making, atau coaching skill.
Dengan fleksibilitas ini, workshop menjadi agenda penting dalam strategi corporate training.
3. Meningkatkan Partisipasi dan Kolaborasi Peserta
Workshop mendorong peserta untuk berinteraksi, berdiskusi, dan terlibat dalam simulasi nyata. Ini berbeda dari pelatihan satu arah yang cenderung pasif.
Misalnya dalam workshop tentang problem solving, peserta diminta memecahkan studi kasus dalam kelompok kecil sehingga terjadi kolaborasi, saling berbagi pengalaman, dan memperkaya perspektif masing-masing.
Kolaborasi ini mempererat hubungan antarkaryawan dan meningkatkan efektivitas kerja tim.
4. Mempercepat Penguasaan Keterampilan Baru
Sebab mengutamakan praktik, workshop sangat efektif untuk mempercepat penguasaan skill tertentu. Peserta dapat mencoba metode baru, mengevaluasi hasilnya, dan langsung mendapatkan feedback.
Misalnya dalam workshop presentasi visual, peserta belajar menggunakan tools design slide lalu langsung mempraktekkannya. Ini membuat workshop menjadi salah satu metode pembelajaran paling efisien dalam pelatihan SDM.
5. Mendukung Pembentukan Budaya Belajar di Perusahaan
Workshop tidak hanya meningkatkan skill, tetapi juga membangun budaya belajar yang kuat di suatu perusahaan. Ketika workshop dilakukan secara rutin, karyawan terbiasa belajar hal baru dan lebih terbuka terhadap perubahan.
Perusahaan yang rutin mengadakan workshop internal cenderung memiliki karyawan yang lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pekerjaan masa depan.
Inilah alasan mengapa workshop sering dimasukkan dalam roadmap corporate training.
Peran Workshop dalam Sesi Corporate Training
Dalam program corporate training, workshop dianggap sebagai metode yang mampu memberikan dampak cepat.
- Praktek secara langsung membuat peserta lebih mudah memahami konsep. Selain itu, workshop membuka ruang diskusi dan kolaborasi yang tidak selalu muncul dalam metode pelatihan tradisional.
- HR dan L&D biasanya memilih workshop untuk mengajarkan keterampilan teknis, soft skills, serta kompetensi kepemimpinan. Dengan demikian, workshop tidak hanya relevan untuk karyawan baru, tetapi juga bagi karyawan yang ingin melakukan upskilling atau reskilling.
Secara sederhana, workshop adalah metode pelatihan berbasis praktik yang memberikan pengalaman belajar lebih interaktif dan aplikatif. Dengan desain yang tepat, workshop dapat meningkatkan kompetensi karyawan dalam waktu singkat dan memberikan kontribusi langsung pada performa kerja tim.
Melalui workshop yang konsisten, perusahaan dapat membangun budaya belajar yang lebih sehat, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan industri.
Jika perusahaan ingin mengadakan workshop profesional untuk mendukung pengembangan karyawan, PasarTrainer menyediakan program pelatihan yang relevan, seperti Pelatihan Workshop & Skill Development.
Selain itu, ada juga program pelatihan lainnya yang bisa cek di sini. Dengan metode workshop yang tepat, karyawan dapat belajar lebih cepat dan meningkatkan kemampuan kerja secara signifikan.
Referensi:
www.shrm.org - workshops effective trainingwww.ccl.org - experiential learning
www.mindtools.com - experiential learning theory
www.atd.org - designing interactive workshops
www.business.qld.gov.au - developing program