Tidak bisa dipungkiri kadang kita sebagai pekerja bisa mengalami overthinking. Apa itu? Kondisi ketika kita memikirkan banyak hal dan dapat terjadi dalam waktu yang lama.
Penyebabnya banyak. Misalnya ketika harus bersaing dengan rekan kerja untuk mendapatkan promosi.
Overthinking yang tidak diatasi akan menyebabkan performa kerja kita menurun. Maka dari itu penting untuk mengatasinya dengan baik. Mari kita cari tahu tips mengatasi dan mencegah terjadinya overthinking.
Gejala Terjadinya Overthinking pada Pekerja

Agar lebih mudah mengidentifikasi diri apakah sedang overthinking atau tidak, mari kita pelajari tanda-tanda atau gejalanya terlebih dahulu:
- Terlalu obsesi terhadap pikiran orang lain tentang diri kita. Misalnya pandangan bos atau atasan terkait kinerja kita.
- Merasa tidak puas dengan apa yang dikerjakan atau lebih mudahnya kita memiliki sikap perfeksionis
- Terlalu khawatir terhadap pikiran sendiri seperti pikiran negatif yang muncul kemudian menyebabkan kekhawatiran
- Tidak pernah merasa cukup seperti merasa tidak pantas berada di posisi saat ini
- Sangat takut melakukan kesalahan saat proses menyelesaikan pekerjaan
- Berkurangnya produktivitas karena energi dan fokus terkuras
Tips Mengatasi Overthinking Karena Pekerjaan
Nah, untuk mengatasi overthinking kita perlu mencoba cara-cara berikut:
1. Berusaha Berpikir Secara Positif
Cara ini bisa mencegah kita mengalami overthinking. Berpikir secara positif akan membuat diri lebih tenang. Misalnya ketika kita tidak disapa oleh atasan ketika berpapasan. Mungkin kita menjadi overthinking.
Kemudian berpikir bahwa atasan kita tidak menyukai kita. Nah di sinilah kita perlu mengubah cara berpikir. Mungkin saja atasan kita tidak menyapa karena sibuk dan buru-buru pergi.
2. Menyadari Bahwa Kita Sedang Overthinking
Salah satu cara untuk menghentikan overthinking adalah dengan menyadari bahwa kita sedang overthinking atau menolak. Dalam hal ini penolakan tidak selalu berarti buruk.
Daripada kita memusingkan hal-hal di pikiran kita, lebih baik kita menyibukkan diri melakukan hal-hal yang membuat kita senang.
Kita tidak harus selalu menganggap bahwa kekhawatiran kita itu adalah benar.
3. Berfokus pada Solusi
Terlalu memikirkan masalah akan menjauhkan kita dari solusi. Maka dari itu alih-alih overthinking, kita bisa mencoba untuk mencari solusi dari masalah.
Jangan sampai pikiran kita hanya mengarah kepada permasalahan yang sedang terjadi. Sebisa mungkin alihkan kepada solusi.
Kita bisa memulainya dengan bertanya, kira-kira apa langkah selanjutnya yang harus diambil agar masalah kita cepat selesai.
Selalu bertanya “kenapa ini terjadi” akan membuat kita semakin overthinking.
4. Fokus Kepada Sesuatu yang Bisa Kita Kendalikan
Kita perlu memahami bahwa tidak semua yang terjadi di dunia ini dikendalikan oleh kita. Overthinking umumnya muncul karena kita terlalu fokus pada sesuatu di luar kendali kita.
Misalnya perasaan dan sikap orang lain. Maka dari itu lebih baik kita fokus pada sesuatu yang bisa dikendalikan.
Apa yang bisa kita kendalikan? Pendapat, pikiran, perkataan, dan tindakan kita. Kemudian ada juga batasan seperti cara kita memperlakukan orang lain, pengelolaan emosi, hingga cara kita menyayangi diri sendiri.
Memang, akan terjadi sesuatu yang di luar ekspektasi, tetapi biarkan dan kemudian release. Sekali lagi, ingat, kita tidak bisa mengendalikan segala hal.
5. Mencoba Keluar dari Sikap Perfeksionis
Kita bisa mengalami overthinking karena merasa diri masih kurang dalam penyelesaian pekerjaan. Merasa kurang rapi, kurang cerdas, kurang rapi, dan lain sebagainya.
Kondisi tersebut akan menyebabkan kita overthinking karena kita percaya bahwa hasil pekerjaan kita kurang baik.
Maka dari itu sebisa mungkin berhenti menjadi perfeksionis. Ingat, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kadang-kadang menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline lebih baik daripada kita membuatnya sangat sempurna.
6. Mempunyai Batas Waktu Overthinking
Siapa sangka memiliki batas waktu overthinking bisa membantu keluar dari kondisi terlalu banyak berpikir.
Kita bisa coba mulai menentukan waktu 15 menit untuk memikirkan hal-hal yang membuat kita overthinking. Setelah 15 menit, paksa diri kita untuk berhenti memikirkan. Kita bisa mengalihkan perhatian pada hal-hal yang lebih produktif atau yang menyenangkan.
7. Memahami Bahwa Pekerjaan Butuh Profesionalitas
Selalu ingat, dunia kerja merupakan dunia profesional. Dengan mengingat hal tersebut kita akan sadar bahwa setiap masalah yang terjadi harus ditangani secara profesional.
Kita tidak bisa dikendalikan emosi selama bekerja. Apabila setiap masalah diselesaikan dengan profesional, maka kita sudah berada di jalan yang tepat.
Mengatasi overthinking menjadi salah satu hal krusial yang harus diberikan oleh L&D perusahaan kepada karyawan yang perlu upskilling. Salah satu pelatihan di tempat kerja yang bisa menjadi pilihan adalah dari PasarTrainer berjudul “Handling Overthinking at Work”.
Dengan mengikutsertakan karyawan dalam pelatihan di tempat kerja tersebut maka mereka akan mampu mengidentifikasi jenis-jenis overthinking, membedakan pemikiran mendalam dengan overthinking.
Kemudian memparkitkan kesadaran diri, menerapkan strategi untuk menghentikan overthinking, dan menyusun rencana tindakan untuk mengatasi overthinking.
Selain itu, PasarTrainer juga memiliki banyak pelatihan di tempat kerja lainnya. Ada sekitar 1230 running classes, 2760 training programs, 40 program categories, dan 1020 qualified trainers. Mari kita temukan pelatihan di tempat kerja yang tepat dengan mengunjungi laman All Training Program.
Referensi:
www.alodokter.com - bagaimana cara mengatasi overthinking soal pekerjaanedunitas.com - strategi mengatasi overthinking bagi karyawan
karir.stella-maris.sch.id - sering overthinking atasi dengan 6 cara ini untuk tingkatkan produktivitas kerja
www.ruangkerja.id - overthinking artinya