Burnout adalah kondisi yang umum terjadi pada kita sebagai pekerja. Banyak faktor yang menyebabkan kita mengalami burnout.
Misalnya lingkungan kerja yang tidak mendukung, banyaknya deadline pekerjaan, dan masih banyak lagi.
Tentunya burnout akan mengganggu performa kita dalam bekerja. Untuk itu penting mengatasi burnout. Bagaimana caranya? Mari kita cari tahu.
Definisi dan Ciri-Ciri Burnout
Sebelum masuk ke cara mengatasi burnout, mari kita pahami dulu definisi dan ciri-ciri kita mengalami burnout. Jadi burnout adalah kondisi ketika kita stres berat karena pekerjaan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kita kehilangan energi baik untuk fisik maupun mental.
Penyebab burnout adalah saat kita memaksakan diri untuk tetap bekerja walau sudah lelah, kurang mendapatkan apresiasi dari atasan, hingga beban kerja yang berat. Namun selain itu masih banyak lagi penyebabnya.
Sementara itu seseorang yang mengalami burnout ditandai dengan:
- Kehilangan semangat melakukan pekerjaan dan akhirnya kelelahan
- Rasa stres dan frustasi saat menjalani pekerjaan yang berujung hilangnya konsentrasi
- Performa kerja yang mengalami penurunan
- Mudah tersulut emosi
- Menarik diri dari pertamanan
- Mudah mengalami sakit karena burnout berkepanjangan bisa menyebabkan sistem imun menurun
Mengatasi Burnout di Tempat Kerja

Agar tubuh dan pikiran bisa kembali ke kondisi terbaik, maka penting untuk mengatasi burnout ini. Apa saja cara yang bisa kita tempuh untuk mengatasinya?
1. Memahami Masalah yang Menyebabkan Burnout
Sebelum mengambil tindakan lebih jauh, kita harus memahami dulu apa yang menyebabkan kita burnout di tempat kerja.
Kita bisa mengetahuinya dengan mencatat kesulitan selama bekerja yang membuat kita menjadi stres dan cemas. Setelah itu coba cari solusinya.
2. Membuat Skala Prioritas
Langkah kedua mengatasi burnout adalah dengan menyusun daftar pekerjaan dari yang paling penting sampai kurang penting.
Dengan demikian kita bisa mengetahui mana pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Energi kita pun tidak terlalu banyak terkuras.
3. Membicarakan Kondisi Burnout Kepada Atasan
Tidak ada salahnya untuk membicarakan kondisi burnout kita kepada atasan. Ketika kita diberikan pekerjaan amat banyak, kita bisa coba komunikasikan bahwa pekerjaan tersebut cukup berat dan kita membutuhkan bantuan orang lain.
Sementara itu, jika atasan kita yang menjadi pemicu burnout, maka coba berbicara dengan pihak HRD. Mereka mungkin saja akan memberikan kita solusi terbaik.
4. Mencari Dukungan
Langkah selanjutnya untuk mengatasi burnout adalah dengan membicarakan masalah kita kepada orang terdekat.
Kadang kita hanya perlu untuk didengar. Berbicara dengan rekan kerja yang mengalami kondisi serupa juga bisa menjadi solusi. Dengan diskusi, mungkin kita bisa menemukan cara untuk keluar dari kondisi burnout tersebut.
5. Mencari Sisi Positif Pekerjaan
Kita perlu memikirkan ulang alasan kenapa kita masih bisa bertahan di tempat kerja sekarang. Namun kita perlu ingat bahwa alasan tersebut tidak harus pencapaian.
Bisa dari hal-hal sederhana. Misalnya tempat kerja yang nyaman atau jaraknya yang tidak jauh dari rumah. Keduanya bisa menjadi sisi positif dari pekerjaan kita saat ini.
6. Menyempatkan Diri Bersenang-Senang
Sebisa mungkin kita perlu meluangkan waktu untuk melakukan hobi maupun aktivitas lain yang menyenangkan.
Tindakan tersebut akan membantu kita mengurangi stres dan mengembalikan energi serta semangat. Pikiran pun mempunyai waktu untuk lebih rileks.
7. Menerapkan Pola Hidup Sehat
Kita harus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan bergizi, olahraga secara rutin, dan tidur cukup.
Kombinasi tersebut akan memberikan kita energi dan membantu pikiran serta tubuh untuk siap menghadapi tekanan. Untuk olahraga, tidak perlu yang berat-berat. Kita bisa coba jalan-jalan pagi sambil menikmati sejuknya udara.
8. Penerapan Mindfulness
Sikap mindfulness ini juga cukup populer untuk mengatasi burnout. Kita perlu memusatkan pikirkan kepada sesuatu yang sedang kita kerjakan tanpa memikirkan yang lalu-lalu dan efek masa depan.
Tujuan dari mindfulness sendiri adalah menarik pikiran negatif yang menyebabkan kita cemas. Dengan demikian mindfulness akan membantu kita keluar dari burnout dan bahkan lebih fokus dalam pekerjaan.
9. Menjadwalkan Diri untuk Istirahat
Salah satu penyebab burnout adalah rutinitas yang terus kita lakukan tanpa jeda. Maka dari itu untuk mengatasinya kita harus beristirahat secara berkala di tengah mengerjakan tugas.
Kita bisa mencoba beranjak dari kursi dan berjalan-jalan atau melakukan peregangan beberapa menit.
Jangan lupa kita juga punya hak untuk mengambil cuti. Manfaatkan benefit tersebut untuk memberikan waktu tubuh agar pulih.
Bisa mengatasi burnout adalah salah satu skill development yang harus dimiliki setiap karyawan.
Untuk itu sebagai L&D perusahaan maupun karyawan yang ingin upskilling bisa merencanakan mengambil program skill development dari PasarTrainer yang berjudul “Tetap Produktif dengan Mengenal Burnout Syndrome dan Mengelola Stres”.
Ketika selesai mengikuti pelatihan skill development tersebut kita akan mampu memahami burnout, stres, mengidentifikasi sumber, mengembangkan manajemen stres, memahami self-care, dan masih banyak lagi.
PasarTrainer juga memiliki kelas skill development lainnya. Kita bisa menemukannya di tautan berikut: All Training Program untuk memilih kelas mana yang cocok untuk peningkatan skill kita.
Referensi:
keslan.kemkes.go.id - mengenal burnout pada pekerjawww.alodokter.com - ciri-ciri burnout dan cara mengatasinya
www.chubb.com - cara mengatasi burnout
www.halodoc.com - ini 5 ciri-ciri burnout dan cara sederhana mengatasinya
hellosehat.com - cara mengatasi burnout syndrome