Tolok ukur pencapaian target kita selama bekerja diukur dengan Key Performance Indicator atau KPI. Lebih daripada itu, target tersebut bisa menentukan karier dan gerak perusahaan kita selanjutnya.

Misalnya apakah akan mendapatkan kesempatan untuk promosi atau bonus karena sudah mencapai target. Agar kita semakin mengenal pentingnya KPI, mari kita ulas bersama-sama definisi, jenis, hingga contohnya. 

Definisi Key Performance Indicator (KPI)

Key Performance Indicator atau KPI adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kira-kira seberapa efektif suatu organisasi mencapai tujuannya. 

Dengan KPI kita bisa melihat gambaran jelas aspek-aspek dalam bisnis maupun pekerjaan. Apakah sudah berjalan sesuai rencana atau belum. 

Dengan demikian, KPI akan membantu kita meraih keunggulan secara kompetitif, meningkatan keuntungan, hingga mencapai tujuan serta kesuksesan secara jangka panjang.


Lima Jenis dan Contoh Key Performance Indicator (KPI)

Sumber: Freepik

Di dalam dunia kerja, kita mengenal tiga jenis KPI. Jenis-jenis KPI adalah sebagai berikut:

1. KPI untuk Perusahaan 

Untuk jenis pertama, KPI digunakan untuk organisasi secara keseluruhan. Gunanya mengukur keberhasilan maupun kinerja secara menyeluruh. 

Umumnya KPI perusahaan mencakup metrik ukur yang terdiri dari efisiensi operasional, pertumbuhan pendapatan, hingga pangsa pasar. 

2. KPI untuk Karyawan 

Sementara itu untuk karyawan, KPI-nya lebih spesifik dan diperuntukkan sebagai pengukur kinerja secara individu. 

Kinerja yang dimaksud berdasarkan divisi, tanggung jawab, hingga tingkat jabatan. Misalnya KPI karyawan tim marketing bisa berupa target penjualan. Kemudian ada juga:

  • Employee turnover rate: Persentase pegawai keluar perusahaan dalam periode tertentu. 
  • Employee satisfaction: Mengukur kepuasan pegawai dengan survei dan feedback 
  • Absenteeism rate: Mengukur hilangnya jumlah hari karena pegawai tidak hadir 
  • Training and development: Jumlah uang dan waktu untuk pelatihan dan pengembangan pegawai
  • Employee productivity: Mengukur hasil kerja pegawai dibanding waktu maupun sumber daya yang dipakai
  • Employee engagement: Tingkat keterlibatan pegawai dalam pekerjaan dan loyalitas 

3. KPI untuk Financial 

Untuk jenis ini KPI digunakan sebagai alat pengukuran kinerja organisasi dari sisi keuangan. Tujuannya untuk melihat kondisi finansial perusahaan dan memantau likuiditas, profitabilitas, dan efisiensi penggunaan dana. 

Contoh untuk KPI finansial antara lain:

  • Return on Investment (ROI): Untuk mengukur efektif tidaknya suatu investasi dibandingkan keuntungan yang diperoleh terhadap biaya dari investasi
  • Marga laba kotor: Pengukuran profitabilitas perusahaan dengan cara menghitung persentase pendapatan yang tersisa setelah kita mengurangi biaya barang yang sudah terjual
  • Rasio Lancar atau Current Rasio: Mengukur kemampuan dari perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dibandingkan dengan aset lancar terhadap kewajiban yang lancar 

4. KPI untuk Operasional 

Operational KPI adalah alat yang digunakan untuk pengukuran efisiensi dan efektivitas dari operasional perusahaan sehari-hari. Metrik tersebut bisa membantu kita lebih paham seberapa baik kah proses operasional yang sedang berjalan. Contoh dari KPI operasional antara lain:

  • Customer satisfaction: Mengukur kepuasan pelanggan terhadap layanan maupun produk
  • Operational efficiency: Pengukuran efektif tidaknya proses operasional dalam mengurangi biaya dan juga  meningkatkan output 
  • Quality metrics: Pengukuran jumlah layanan atau produk yang sudah memenuhi standar kualitas perusahaan, termasuk tingkat kegagalan dan kecacatan
  • Inventory turnover: Untuk pengukuran kecepatan persediaan dijual maupun digunakan pada periode tertentu
  • Order fulfillment time: Waktu yang dibutuhkan untuk pemenuhan pesanan sejak diterima hingga pengiriman
  • Cycle time: Waktu untuk menyelesaikan satu siklus layanan maupun produksi

5. KPI untuk Pertumbuhan 

Key Performance Indicators selanjutnya ada pertumbuhan. KPI ini menjadi alat untuk mengukur peningkatan maupun kemajuan dalam berbagai aspek bisnis seiring berjalannya waktu. 

Penerapan KPI ini akan membantu kita untuk memahami seberapa efisien dan cepat perusahaan berkembang. Baik itu dari segi pelanggan, pendapatan, produk, hingga pasar. KPI pertumbuhan yang umum digunakan antara lain:

  • Revenue growth: Mengukur terjadinya peningkatan pendapatan 
  • Customer growth: Mengukur peningkatan pelanggan baru 
  • Customer retention rate: Data pelanggan yang setia menggunakan jasa maupun produk dalam waktu tertentu
  • Website traffic growth: Mengukur adanya peningkatan pada kunjungan website
  • Conversion rate growth: Persentase pengunjung yang menjalankan aksi sesuai keinginan kita 
  • Market share growth: Melihat seberapa besar pangsa pasar yang bisa kita peroleh dibandingkan dengan kompetitor
  • Pertumbuhan layanan atau produk baru: Mengukur seberapa berhasil peluncuran produk maupun layanan baru

KPI adalah indikator yang tidak bisa diabaikan oleh perusahaan maupun karyawan. Setiap pihak yang ada di perusahaan harus memenuhi target dan menjadikannya bahan evaluasi apabila tidak terpenuhi. 

Agar karyawan lebih memahami apa itu KPI sebagai L&D perusahaan kita bisa mengajak karyawan yang ingin upskilling mengikuti training untuk perusahaan dari PasarTrainer yang berjudul Pembuatan Key Performance Indicator KPI Berdasarkan Balance Scorecard.

Dengan mengikuti training untuk perusahaan tersebut karyawan akan lebih memahami pentingnya KPI, penarikan hubungan antara balance scorecard, KPI, SOP, dan business proses serta bisa mengimplementasikan KPI dan SOP perusahaan. 

Selain training untuk perusahaan di atas, kita juga bisa mengikuti beberapa pelatihan lain yang berkaitan dengan Key Performance Indicator. Kita cukup mengunjungi All Training Program untuk mendapatkan informasi kelas lainnya.


Referensi:

id.jobstreet.com - kpi arti contoh cara buat


www.ruangkerja.id - key performance indicator


www.jurnal.id - mengenal kpi key performance indicator