Bisnis keluarga menjadi salah satu pilihan usaha yang bisa kita bangun bersama dengan orang-orang terdekat. Dengan kepercayaan dan visi yang sama, anggota keluarga akan bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. 

Namun, hubungan kekeluargaan juga mampu memunculkan tantangan, mulai dari pembagian tugas hingga konflik kepentingan. 

Agar usaha kita bersama keluarga bertahan dan berkembang, maka kita perlu mengelolanya secara profesional tanpa mengabaikan keharmonisan keluarga. 

Bagaimana cara mengelola bisnis keluarga dan strategi apa saja yang perlu diterapkan untuk pengembangan bisnis tersebut?


Definisi Bisnis Keluarga 

Bisnis keluarga adalah usaha yang kepemilikannya atau pengelolaannya melibatkan anggota keluarga, baik dalam skala kecil, maupun perusahaan besar. 

Contohnya, toko kelontong, usaha kuliner, bisnis konveksi, hingga perusahaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu keunggulan bisnis keluarga adalah adanya kepercayaan, komitmen, dan nilai bersama. 

Meski begitu, hubungan personal perlu dipisahkan dari kepentingan profesional agar keputusan bisnis tetap objektif.


Cara Mengelola Bisnis Keluarga agar Berjalan Efektif 

Berikut beberapa langkah yang dapat kita terapkan untuk menjaga kelancaran operasional bisnis keluarga. 

Menentukan Peran dan Tanggung Jawab

Setiap anggota keluarga yang terlibat perlu memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Pembagian pekerjaan sebaiknya berdasarkan keahlian, pengalaman, dan kemampuan masing-masing. 

Jadi, bukan semata-mata berdasarkan usia atau hubungan keluarga. Sebagai contoh, anggota keluarga yang memahami keuangan dapat menangani pembukuan. 

Sedangkan yang memiliki kemampuan komunikasi akan mengelola pemasaran dan pelayanan pelanggan. 

Menjaga Komunikasi Tetap Terbuka

Komunikasi akan membantu anggota keluarga kita menyamakan tujuan, membahas kendala, sampai menyelesaikan perbedaan pendapat. Kita bisa mengadakan pertemuan rutin untuk mengevaluasi kinerja dan mendiskusikan rencana bisnis. 

Jangan lupa untuk menyampaikan kritik secara profesional dan memberikan kesempatan kepada setiap anggota keluarga yang terlibat untuk menyampaikan pendapat. Dengan demikian, masalah akan selesai tanpa mengorbankan hubungan keluarga. 

Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Keuangan usaha harus dicatat secara teratur dan dipisahkan dari pengeluaran rumah tangga. 

Kita perlu menentukan gaji bagi anggota keluarga yang bekerja, pembagian keuntungan, hingga dana yang digunakan kembali untuk mengembangkan usaha. 

Pencatatan yang dilakukan secara rapi akan memudahkan pemilik memahami kondisi keuangan, mengendalikan keuangan, dan mengambil keputusan berdasarkan data. 

Menerapkan Sistem Kerja Profesional

Walaupun dikelola keluarga, bisnis tetap membutuhkan aturan kerja yang jelas. Untuk itu kita harus menetapkan standar operasional, target kinerja, dan prosedur pengambilan keputusan yang berlaku bagi keseluruhan anggota. 

Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan hasil pekerjaan, bukan kedekatan personal. Jika perlu, kita dapat meminta bantuan tenaga profesional di luar keluarga untuk membantu mengelola bidang yang membutuhkan keahlian khusus.


Tips Mengembangkan Bisnis Keluarga 

Setelah sistem pengelolaan berjalan dengan baik, maka saatnya kita menerapkan strategi yang mendorong pertumbuhan bisnis keluarga. 

Menyusun Rencana Bisnis Terarah

Pertama, kita menentukan visi, target, dan strategi pengembangan usaha dalam jangka pendek maupun panjang. 

Misalnya, meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pelanggan, atau membuka cabang baru. Rencana tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan modal. kondisi pasar, dan kapasitas operasional agar pertumbuhan bisnis tetap realistis. 

Memanfaatkan Teknologi Digital

Teknologi membantu bisnis keluarga bekerja secara efisien. Kita bisa memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan, sistem kasir digital, pengelolaan stok, dan platform pemasaran online sesuai kebutuhan usaha. 

Media sosial dan marketplace juga dapat kita manfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan yang lebih luas. 

Kita perlu memastikan bahwa penggunaan tersebut disertai dengan evaluasi agar investasi teknologi memberikan manfaat bagi bisnis. 

Meningkatkan Kualitas Produk dan Pelayanan

Pertumbuhan bisnis tidak hanya bergantung pada jumlah penjualan, tetapi juga kemampuan kita dalam mempertahankan pelanggan. 

Untuk mencapainya, kita bisa meminta masukan pelanggan, menjaga konsistensi kualitas produk, dan menanggapi keluhan dengan baik. 

Evaluasi secara berkala akan membantu bisnis memahami kebutuhan pasar sekaligus menemukan peluang untuk meningkatkan pelayanan. 

Melakukan Inovasi dan Memperluas Pasar

Kita tidak boleh ragu dalam mengembangkan variasi produk, memperbaiki kemasan, atau mencoba saluran penjualan baru. 

Sebelum menerapkan perubahan besar, kita perlu melakukan riset sederhana untuk mengetahui minat dan kebutuhan calon pelanggan. 

Bisnis keluarga juga dapat menjalin kemitraan dengan pelaku usaha lain atau komunitas lokal untuk memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi. 

Menyiapkan Generasi Penerus 

Jika bisnis direncanakan untuk diwariskan, maka kita perlu mempersiapkan calon penerus sejak dini. Salah satu caranya dengan memberikan calon penerus kesempatan untuk mempelajari operasional, keuangan, pemasaran, dan pengambilan keputusan secara bertahap. 

Proses suksesi tentunya harus mempertimbangkan kompetensi, minat, dan kesiapan calon penerus. Dengan perencanaan yang matang, pergantian kepemimpinan bisa berlangsung lebih lancar dan keberlanjutan usaha pun lebih terjaga.


Bisnis keluarga membutuhkan keseimbangan antara keharmonisan hubungan dan profesionalisme dalam bekerja. Untuk meningkatkan tata kelola secara profesional, kita bisa mengikuti pelatihan operasional bisnis dari PasarTrainer. Pelatihan operasional bisnis tersebut berjudul Family Business Transformation.

BACA JUGA: Manfaat Training Operasional Kantor, Efisiensi Meningkat

Kita akan dibekali berbagai pengetahuan seperti mempersiapkan suksesi dan kepemimpinan, merancang transformasi bisnis, hingga menyelaraskan kepentingan bisnis dan keluarga. 

Selain itu, PasarTrainer juga memiliki pelatihan operasional bisnis lainnya yang bisa kita cek pada halaman All Strategy & Operations Training.


Referensi:

https://binus.ac.id/malang/2018/11/cara-mempertahankan-dan-mengembangkan-family-business/


https://accurate.id/aplikasi-kasir/pengertian-bisnis-keluarga/


https://blog.klikcair.com/mengembangkan-bisnis-keluarga/


https://www.ciputramakassar.ac.id/5-tips-sukses-mengelola-bisnis-keluarga/