Struktur umum laporan keuangan untuk bank tidak jauh berbeda dari perusahaan biasa, akan tetapi sifat operasi perbankan memiliki perbedaan yang signifikan dalam subklasifikasi akun. Bank menggunakan lebih banyak pengaruh daripada bisnis lain dan mendapatkan selisih antara pendapatan bunga yang mereka hasilkan dari aset mereka yang berupa pinjaman dan biaya dana yang bersumber dari simpanan nasabah.

Struktur Neraca Keuangan Bank

Neraca keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan bank terdiri dari persamaan akuntansi inti, dimana aset sama dengan kewajiban ditambah ekuitas. Di bawah neraca keuangan ini, perusahaan non-perbankan mungkin memiliki kelas besar lain dalam neraca keuangannya seperti PP & E (Property, Plant, and Equipment), aset tidak berwujud, aset lancar, piutang, hutang, dan semacamnya.

Namun, sebuah bank memiliki kelas item neraca yang unik yang tidak dimiliki oleh perusahaan non perbankan. Struktur neraca dalam laporan keuangan bank adalah:

1. Aktiva/Aset, yang terdiri dari: properti, aset perdagangan, pinjaman kepada pelanggan, setoran ke bank sentral

2. Liabilitas/Kewajiban, yang terdiri dari: pinjaman dari bank sentral, simpanan dari pelanggan, kewajiban perdagangan, hutang lainnya.

3. Ekuitas, yang terdiri dari: saham biasa dan saham preferen

Item Unik Dalam Laporan Neraca Keuangan Bank

Neraca bank yang terdapat dalam laporan keuangan bank memiliki item unik tertentu, sebagai berikut:

1. Pinjaman kepada Pelanggan dan Simpanan dari Pelanggan

Dalam laporan keuangan bank, operasi utama dan sumber pendapatan bagi bank adalah operasi pinjaman dan simpanan mereka. Pelanggan menyimpan uang secara aman di bank dengan keuntungan berupa bunga tabungan yang relatif kecil. Dengan simpanan uang tersebut, pihak Bank kemudian meminjamkan dana pada tingkat bunga yang jauh lebih tinggi dan mendapat untung dari perbedaan suku bunga.

Dengan demikian, pinjaman kepada pelanggan diklasifikasikan sebagai aset. Hal ini karena bank mengharapkan untuk menerima pembayaran bunga dan pokok pinjaman di masa depan dan dengan demikian menghasilkan manfaat ekonomi dari pinjaman tersebut.

Disisi lain, deposito dapat ditarik oleh pelanggan atau juga digunakan untuk membayar pembayaran bunga, serta menghasilkan arus keluar ekonomi di masa depan. Simpanan nasabah, dengan demikian, diklasifikasikan sebagai kewajiban yang dapat dimasukan dalam laporan keuangan bank.

2. Pinjaman dari Bank Sentral dan Deposito ke Bank Sentral

Dalam pertanyaan tentang cara bank membuat laporan penyimpanan keuangan, bank tidak menyimpan uang di tempatnya sendiri. Sebagian besar negara memiliki bank sentral, di mana sebagian besar atau semua bank nasional akan menyimpan uang dan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan bisnis mereka. Simpanan dari bank di bank sentral dianggap aset, mirip dengan kas dan serupa aset dalam perusahaan biasa. Ini karena bank dapat menarik simpanan di bank sentral dengan lebih mudah dan menerima pembayaran bunga kecil, menggunakan suku bunga utama bank sentral. Sementara itu, pinjaman dari bank sentral dianggap kewajiban, seperti hutang biasa yang harus dituliskan dalam laporan keuangan bank.

3. Aset dan Liabilitas Perdagangan

Bank dapat memiliki surat berharga atau mata uang tertentu untuk tujuan perdagangan. Secara alami, hal ini akan dianggap sebagai aset perdagangan yang memungkinkan suatu bank memiliki liabilitas perdagangan, yang terdiri dari liabilitas derivatif dan short position dalam laporan keuangan bank.

Laporan Laba Rugi Umum untuk Bank

Keseluruhan struktur laporan laba rugi bank tidak berbeda jauh dari laporan laba rugi biasa. Bagian atas laporan laba rugi adalah pendapatan dan bagian bawah adalah laba bersih setelah laba kotor dikurangi pajak. Dalam hal ini, laporan laba rugi umum untuk bank terdiri dari 3 jenis yaitu:

1. Pendapatan Dari Penerapan Suku Bunga Pinjaman

Pendapatan bunga yaitu pembayaran bunga yang diterima oleh pihak bank dari nasabah atas pinjaman yang dikeluarkannya. Terkadang, item dalam baris laporan keuangan bank ini hanya menyatakan pendapatan bunga kotor yang diterima. Namun di waktu yang berbeda, baris ini akan mengkonsolidasikan pendapatan bunga kotor dan mengurangi beban bunga untuk mendapatkan pendapatan bunga bersih. Beban bunga ini merupakan beban bunga langsung yang dibayarkan ke deposito yang digunakan untuk mendanai pinjaman, dan tidak termasuk beban bunga dari utang umum.

2. Pendapatan Dari Non Suku Bunga

Pendapatan non-bunga terdiri dari pendapatan tambahan yang dihasilkan bank dalam mendukung layanannya. Pendapatan ini terdiri dari: biaya broker, komisi dan biaya dari produk dan layanan, biaya underwriting, keuntungan dari penjualan aset perdagangan, biaya pelanggan lainnya (biaya NSF, biaya gesek, biaya overdrawn). Pendapatan ini berasal dari apa pun yang bukan merupakan pendapatan bunga.

3. Provisi Kerugian Kredit

Sama seperti piutang dan biaya piutang tak tertagih, perusahaan harus bersiap jika peminjam tidak mampu melunasi pinjamannya. Potongan kredit macet ini dihapuskan dalam laporan laba rugi sebagai penyisihan kerugian kredit.


Peran CKPN dalam Laporan Keuangan Bank

Dalam laporan keuangan bank, CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) merupakan cadangan yang dibentuk untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat kredit yang mengalami penurunan kualitas atau berisiko tidak tertagih. Pembentukan CKPN menjadi bagian penting dalam pengelolaan risiko kredit karena membantu bank mencerminkan kondisi keuangan yang lebih realistis.

CKPN biasanya berkaitan erat dengan pos provisi kerugian kredit pada laporan laba rugi. Ketika bank meningkatkan pencadangan atas kredit bermasalah, nilai provisi kerugian kredit akan meningkat dan dapat memengaruhi laba yang diperoleh pada periode tersebut. Sementara itu, pada neraca, CKPN akan mengurangi nilai tercatat aset produktif seperti kredit yang diberikan kepada nasabah.

Dengan adanya CKPN, bank dapat menjaga kualitas pelaporan keuangan sekaligus mempersiapkan diri terhadap potensi kerugian yang mungkin timbul dari aktivitas penyaluran kredit.


Tingkatkan Pemahaman Anda tentang Keuangan dan Perbankan Bersama PasarTrainer

Memahami struktur laporan keuangan bank menjadi hal penting bagi siapa saja yang bekerja atau berkecimpung di bidang keuangan, perbankan, audit, maupun manajemen risiko. Berbeda dengan perusahaan pada umumnya, bank memiliki karakteristik laporan keuangan yang unik, terutama pada klasifikasi aset dan liabilitas seperti pinjaman kepada nasabah, simpanan pelanggan, serta hubungan transaksi dengan bank sentral.

Selain itu, laporan laba rugi bank juga memiliki komponen khas, seperti pendapatan bunga, pendapatan non-bunga, dan provisi kerugian kredit. Dalam konteks pengelolaan risiko kredit, keberadaan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) menjadi salah satu elemen penting yang membantu bank mengantisipasi potensi kerugian akibat kredit bermasalah sekaligus menyajikan kondisi keuangan yang lebih akurat dan transparan.

Dengan memahami struktur laporan keuangan bank secara menyeluruh, para profesional dapat melakukan analisis yang lebih tepat, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola risiko dan kinerja keuangan perusahaan.

Baca Juga: Pentingnya Corporate Training Finance, Tax, dan Accounting bagi Perusahaan

Ingin memperdalam pemahaman mengenai laporan keuangan bank, analisis kredit, manajemen risiko, audit, hingga berbagai topik keuangan dan perbankan lainnya?

PasarTrainer menyediakan berbagai program pelatihan yang dirancang oleh praktisi berpengalaman untuk membantu profesional maupun perusahaan meningkatkan kompetensi di bidang finance, accounting, banking, risk management, dan audit.

Temukan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan tim untuk meningkatkan kemampuan analisis, pengambilan keputusan, serta pengelolaan risiko bisnis yang lebih efektif bersama PasarTrainer.


Referensi:

CFI Team. (2023). Financial Statements for Banks. CFI. Diakses dari: https://corporatefinanceinstitute.com/resources/accounting/financial-statements-for-banks/

Harmony. (2021). Pahami Laporan Keuangan Bank, Jenis Dan Contohnya. Harmony Blog. Diakses dari: https://www.harmony.co.id/blog/laporan-keuangan-bank-jenis-dan-contohnya

Tanoto, U. (2020). Memahami Laporan Keuangan Bank Beserta Jenis-Jenisnya. Jojonomic. Diakses dari: https://www.jojonomic.com/blog/laporan-keuangan-bank/

Wahyuni, H. R. (2022). Apa Saja yang Ada di Dalam Laporan Keuangan Bank? Finansialku. Diakses dari: https://www.finansialku.com/apa-saja-yang-ada-di-dalam-laporan-keuangan-bank/